Jurnal Perjalanan: DCDC x Rebel Dirt Bike "Raining Blood", Menuju Pergantian Tahun
Acara kemudian dilanjutkan setelah break Maghrib. Kegiatan di arena permainan pun masih terus berjalan, terutama darts game, shooting target, dan adu panco. Tetapi, perhatian para pengunjung kemudian teralihkan pada sisi lain dari panggung, tempat di mana Addy Gembel (Forgotten) berdiri dan mempersilahkan para personil dari Jasad untuk bergabung dan bercerita tentang kegiatan mereka hari ini.
Jasad adalah band death metal dari Ujungberung, Bandung yang sudah berdiri di pertengahan tahun ‘90an. Hari ini, mereka sedang dalam proses penggarapan materi terbaru, dan salah satu materi termutakhir mereka dituangkan dalam single “Liman Soka”. Kata “Liman Soka” adalah gabungan dari dua arti, yaitu pendidikan dan kesedihan. Apa yang ingin disampaikan oleh Jasad lewat lagu ini adalah keadaan dunia pendidikan yang sedang bersedih hati karena hari ini otak seringkali dijadikan alasan orang-orang untuk malah beradu dan saling sikut.
“Liman Soka” sendiri akan menjadi tema untuk acara yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Jasad bersama DCDC akan menggelar Bhinneka Tungal Ika “Liman Soka”, di mana nantinya Jasad akan tampil di beberapa kota dan memadukan musik mereka dengan kebudayaan lokal. Tema “Liman Soka” ini pun akan menjadi fokus utama yang disuarakan oleh Jasad.
Usai bincang-bincang dengan Jasad, acara kembali dilanjutkan dengan penampilan dari band-band DCDC ShoutOut!. Selanjutnya, band beraliran grind core bernama Sakadang Ajag tampil dan kembali memompa energi para penggila musik di Garut. Meski lagu-lagu mereka berdurasi tidak lebih dari satu menit, tapi karena penampilan mereka yang penuh energi, penonton tetap dibuat panas.
Comments (3)