Juru Selamat Panthera Tigris Sumatrae
Alkisah di suatu daerah barat Indonesia, terdapat hewan yang sangat mempesona. Kucing besar yang merajai hutan tropis Sumatera. Hewan tersebut bernama Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). Kini, kegagahan harimau tersebut terancam akan teritorial kekuasaanya dan berujung kepunahan oleh peradaban.
Sang juru selamat hadir dengan membentuk prajurit-prajurit bernama ((Auman)). Terlahir di tahun harimau, di tanah raja, Bumi Sriwijaya. Berformasikan Farid Amriansyah (vokal), Zarbin Sulaiman (bas), Aulia Effendy (drum), Erwin Wijaya (gitar), dan Ahmad Ruliansyah (gitar). Kolaborator kuintet ini siap menggaum singgasana skena musik tanah air untuk mensyiarkan raungan sang raja hutan.
Farid Amriansyah, disapa Rian Pelor, mengakui bahwa nama ((Auman)) terinspirasi dari mahakarya novel Mochtar Lubis yang berjudul Harimau, Harimau. Bagi orang Sumatera, harimau merupakan hewan yang dianggap sakral keberadaanya. Namun dalam masyarakat modern, hal tersebut tidak sepenuhnya dipahami dan dirasa usang.
Tumbuh di skena musik yang dianggap kelas dua. ((Auman)) mengumandangkan bahwa Palembang tak hanya soal makanan saja, melainkan terdapat harimau dan hutan yang perlu untuk dijaga serta dilestarikan. Mereka ingin membangkitkan awareness akan kondisi Sumatera saat ini. Rian Pelor mengatakan, revolusi tidak akan muncul tanpa revolusi sosial, dan revolui sosial tidak akan muncul tanpa revolusi personal.
Musik yang diyakini ((Auman)) merupakan bentuk kreatif mereka dalam bermusik. Grup musik ini adalah tempat penyaluran imajinasi liar para personilnya yang mempunyai band lain di setiap band masing-masing, seperti Dagger Stab, Rongsokan, Grey, ArtLogica, dan Delirium.
Sampai sekarang, grup musik ini baru mengeluarkan album Suar Marabahaya. Didalamnya berisikan komposisi lagu yang berbeda-beda satu sama lain. Bahkan, mereka meng-cover lagu dangdut “Macho” karya Addie Purnama Siangin yang dinyanyikan pedangdut Vetty Vera. Lagu tersebut mereka kreasikan menjadi beringas ala heavy metal.
Untuk segi liriknya yang hampir kesemuanya hasil dari otak Rian ini, menggunakan bahasa bilingual (Indonesia dan Inggris). ((Auman)) adalah bentuk kepedulian mereka. Tak hanya sebagai bentuk ikon band saja, melainkan ikut berpartisipasi dalam melindungi hewan tersebut. Dimana penghasilan ((Auman)) manggung, penjualan album serta merchandise mereka donasikan sebagian kepada organisasi lingkungan.
“Fear not the tiger! We’re the fear!” – Viva Rimau! Rimau!
Sumber foto : http://www.mongabay.co.id
Comments (0)