Kaos Band dan Empat Tipe Orang
Anak band atau seorang fans dari sebuah grup musik, tentu setuju, jika produk dari apa yang band itu keluarkan, mulai dari rilisan fisik, sampai bentuk merchandise (baju, topi, ,poster hoody, crewneck, bag, boxset, dst) menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan. Salah satunya yang umum dijumpai, dalaha produk kaos band. Produk merchandise yang satu ini, dapat dibilang sebagai produk paling laris, dicari karna sedikitnya edisi dari kaos tersebut, artwork, kaos tour, EP, Single sampai dengan sejarah dibalik kaos tersebut. Sebagai reklame portable, kaos band juga cukup menjelaskan seberapa loyalnya mereka dari tingkatan mereka sebagai fans. Hal ini berkembang juga, mulai dari hanya untuk mendukung band tersebut sampai menjadikannya koleksian yang cukup langka bagi sebagian die hard fans. Garis merah disini, dan perlu diingat adalah bermunculannya poser yang hanya memakai kaos band tanpa tahu sejarah dari band itu sendiri, lagu-lagunya, albumnya, dan karya b-side mereka yang jarang dirilis. Para poser cuma buat gaya-gayaan doing pake kaos band, biar terlihat keren saja dengan memakai kaos band. Mendingan gausah aja deh.
Cut The Crap.
Pertama kali, kaos sebenarnya dipopulerkan oleh bala tentara Amerika semasa perang dunia ke I, kaos medapatkan tempat sendiri, peran dan fungsinya yang sangat special. Awalnya, dari yang hanya sebagai penutup badan, pelindung juga mungkin, peran kaos dewasa ini cenderung dan lebih banyak dipakai sebagai media apresiasi-berkespresi. Gerakan ekspresi juga terkandung dalam bentuk kemerdekaan yang hakiki pada diri sendiri, dan membuat perkembangan kaos semakin hari, semakin beragam juga. Variasi pada rupa kaos band salh satunya yang memiliki tempat tersendiri di hati penikmat musik seluruh dunia. Tidak salh jika menyebut, kaos band adalah industry yang progresif, karna hubungannya yang begitu luas, aspek di dalamnya yang jamak nan majemuk. Industri yang menginduk ini, makin hari makin besar, dan nyari mengalahkan popularitas band nya itu sendiri.

Walaupun banyak sekali temuan, ketika orang hanya membelinya karna artworknya saja, bukan tidak dilihat dari sisi karya musik band. Ironis memang. Ujung-ujungnya ya menjadi poser adalah pilihan. Beda-beda tipis dan nyaris samar. Tetapi tetap saja, produk kaos band dengan band itu sendiri tidak dapat terpisahkan.
Banyak bermunculannya band di seluruh duni, terkhusus juga di Indonesia, tidak terkendali. Musisi semakin pintar membuat karya, begitu juga dengan produk kaos band yang juga menjadi primadona. Muncul pertanyaan, bagaimana cara memilih sebuah kaos band yang layak? Selektif dalam memilih?
1. Jika kamu tipe material-based: pastikan hanya membeli kaos yang berbahan bagus (1 bahan, 2 bahan, sampai 3 bahan pun ada) namun seimbang dari segi artwork, dengan begini kenyamanan menjadi faktor penting. Selain dri tampilan gambar yang juga mendukung. Walaupun kaos lama, atau vintage tetapi kondisi masih bagus, akan banyak mata tertuju ke kalian coklatfriends. (jangan berani-berani pake kaos band langka, tanpa kalian tahu band itu. Banyak orang-orang yang risih dengan gaya sok-sokkan begini, dan tidak sungkan untuk bertanya tentang sejarah atau kisah di balik band, kaos band yang kalian pakai. Jangn sampe lagunya aja kalian gatau.)
2. Jika kamu tipe art-based: pastikan hanya membeli kaos band dengan artwork yang unik, aneh, atau yang bisa mewakili art-needs kamu. Soal bahan atau material mungkin masih bisa ditolerir( biasanya, bahan dari gambar pada artwork lebih ditonjolka dari si pembuatnya. Beberapa kaos bahkan sangat mahal, karna walaupun kaos lama tidak akan pudar gambarnya).


3. Jika kamu tipe geek-based: pastikan hanya membeli kaos band yang benar-benar rare, ini jaman internet, pasti bisa (sedikit) memudahkan. Soal material atau artwork nomor dua, yang penting level kelangkaannya. Dan siap-siap dengan harga yang mahal, sangat mahal. Tetapi kalo kaos itu sendiri memiliki nilai historis sendiri dan Cuma kamu yang pakai, kenapa engga?! Worth it banget. Ditunjang juga dengan definisi geek yang pasti kalian sendiri tahu dan hapal betul sejarah band itu. Tahun pembuatan, tahun rilis,, kaos single atyau mini album, b-side, tour album apa dan dimana, kalo kalian beruntung dapat satu kaos dengan beberapa band karna satu panggung ketika itu. Kaos tour dua-sampai tiga band bersama, dilanjutkan dengan Berapa jahitan, satu atau dua (untuk kaos langka biasanya jahitan satu). Para geek based collector ini juga paham dan tahu, kaos official, bootleg, atau palsu itu seperti apa.
4. Jika kamu tipe poser-based : F**K ***! Kenapa harus ada orang-orang macam kalian sih di dunia ini! Pake kaos partai aja sana.
Nah. Sedikit membahas kembali, geek dan art-based bisa dibilang ada korelasi. Karena yang art-based cari tidak sedikit yang terhitung rare, begitu juga dengan yang dicari geek-based, tidak sedikit rare tees yang sangat artsy, bermakna-bercerita dan tentunya bersifat collectible-worth.

Cheerio
Sumber : rockmagz.com
Foto : www.defunkd.com, townsendrecords.co.uk, global.rakuten.com, courvoisier.com,
www.vintag.es, www.citypages.com, mybandtshirt.tumblr.com, www.etsy.com,
www.etsy.com, nostalgeec.weebly.com
Comments (0)