Kegunaan Musik Bagi Ibu Hamil

Kegunaan Musik Bagi Ibu Hamil

By: Karel

Dalam usia kehamilan tepatnya ketika menginjak usia 24 minggu, janin yang tumbuh di perut ibu hamil sudah mulai menggunakan indera pendengarannya. Cairan ketuban dijadikan sarana penghantar gelombang suara bagi janin. Sehingga rangsangan suara dari sekeliling maupun dari luar rahim dapat di dengarnya.  Berkembang muncul penelitian yang menyebutkan bahwa musik klasik merupakan musik yang tepat untuk menstimulasi janin. Alasannya lantunan pada musik klasik dapat menstimulasi otak anak. 

Tak hanya musik klasik.

Sebagian besar ahli spesialis pediatrik setuju bahwa jenis musik apapun, baik klasik, rock, pop, atau jazz sederhana memiliki efek positif untuk janin, seperti merangsang pertumbuhan sel-sel otak, namun bukan membuat otak cerdas atau merangsang indera pendengarannya.  Apapun musiknya, selama calon ibu merasa tenang dan dapat menikmati alunan musik, maka musik itu turut dinikmati oleh janin, baik dinikmati secara harafiah maupun dinikmati secara efeknya. Percuma saja jika para ibu hamil mendengar musik klasik, tapi sama sekali terganggu dengan musik itu. Lalu malah asyik sendiri bergosip dengan teman di telepon, sementara janin disuruh untuk mendengarkan.Waduh nanti anakanya jadi presenter gosip loh, bu! Wakwaw!

Musik Membuat Si Ibu Rileks

Seseorang yang mendengar musik akan mendapatkan rasa nyaman dan relaks. Itu juga yang dirasakan oleh ibu hamil. Situasi tubuh nyaman dan relaks ini yang akan berpengaruh pada kehamilannya. Bayangkan bila ibu hamil stres, janin bakal ikut stres juga. Pada akhirnya pertumbuhannya akan terganggu. Ini merupakan efek tidak langsung dari mendengar musik saat hamil. Tepat sekali saat musik dikatakan dapat mengurangi tingkat stres atau melepaskan perasaan yang tidak baik. Bahkan bermain alat musik atau ajak janin bernyanyi juga dipercaya sebagai cara yang baik untuk mendorong proses ikatan antara calon ibu dengan calon bayinya.
 

Gunakan headphone? 

Sebaiknya hindari mendekatkan musik ke perut Anda dengan menggunakan headphone, meski ada yang menyarankan untuk tidak melakukan hal ini terlalu lama, cukup satu jam dalam sehari saja. Logikanya, di dalam perut Anda ada banyak bunyi-bunyian, seperti detak jantung, air-air yang mengalir atau kerja alat-alat pencernaan Anda. Kasihan janin bila diberikan lagi suara yang dekat dengannya, sehingga ia tidak bisa memilih suara mana yang akan didengarnya. Dengarkan saja musik dari radio atau tape, sehingga Anda bisa ikut mendengar musik. Konon kabarnya, memperdengarkan janin dengan headphone di perut dapat menyebabkan anak autis, meski belum ada penelitian resmi dari pernyataan ini.

Dari berbagai sumber

Fot: Istimewa

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner