Kelompok Penerbang Roket Semakin Membandel
By: Karel
“Bagaimana kalau kalian disebut band brengsek? Ya itulah kami, Kelompok Penerbang Roket. Band brengsek. Bukan berarti harus kelihatan kayak Pete Doherty yang junkie terus main musik. Bukan itu. Tapi kami bisa melakukan sesuatu yang tidak semua orang bisa lakukan. Belum mengeluarkan album dan orang-orang belum tahu siapa kami saat itu, tapi bisa main dan mengeluarkan single di penjara Cipinang. Itulah patokan kebrengsekkan buat kami.”
Sebuah statement lugas yang teramat dalam dari sekelompok pemuda ugal yang menamakan diri mereka, Kelompok Penerbang Roket. Eksponen yang memulihkan kancah rock lokal dengan menyerap energi liar dekade 70an, dan menyemburkannya kembali bagai sesuatu yang tidak pernah kita dengar lagi dalam sepuluh tahun terakhir. Inilah yang kita butuhkan sekarang: musik rock yang berbahaya!
Trio John Paul Patton, Rey Marshall dan Viki Vikranta pertama kali main bersama pada 2012 silam, dengan prakarsa oleh Rizma Arizky yang ingin membentuk sebuah kolektif rock & roll berisi orang-orang yang dia impikan. Ini seperti kisah Sex Pistols dan Malcolm Mclaren. Rizma adalah sosok yang saling mempertemukan anak-anak itu dan meminta mereka untuk membentuk band. Menurutnya yang kemudian bertindak sebagai manajer Kelompok Penerbang Roket, masing-masing dari mereka adalah seorang pemimpin, dan mengombinasikannya menjadi satu merupakan ide terbaik yang harus dia lakukan. Semuanya itu bena!
.
Untuk awalnya, tidak ada panggung bagi Kelompok Penerbang Roket. Selama setahun penuh mereka mengurung diri di garasi rumah Viki, hanya latihan---jamming dan menulis lagu. Lalu sempat sebentar mengasah kemampuan sebagai band pengiring penyanyi Sapphira Singgih, sebelum akhirnya tampil utuh bertiga untuk pertama kalinya, langsung di LP Cipinang, di depan ratusan tahanan yang haus hiburan. Sekaligus juga dalam rangka merilis single “Mati Muda”. Itu adalah tempat yang tepat, juga sebuah tindakan publikasi yang brilian dan bernyali.
Tapi kemudian terasa begitu sulit untuk menghasilkan album. Tabiat klasik rock & roll: ada banyak seteru, pertentangan ego dan belitan proses hukum, yang membuat mereka menunda semua materi yang sudah lengkap sejak 2012 hingga bertahun berikutnya. Tahun-tahun yang berliku, termasuk tiang penjara dan terancam bubar, kemenangan di ajang Jack Daniels The Indie Band Competition 2014, album psyche-rock Panbers hingga status cult yang mereka dapatkan. Sekarang bersiaplah untuk menyambut mereka bertiga dengan album baru bertajuk “Teriakan Bocah” yang akan rilis pekan ketiga Mei ini. Rock On!
Contact:
Twitter : @penerbangroket
Email: penerbangroket@gmail.com/rizma.arizky@live.com/kbayuaji13@gmail.com
Instagram : @penerbangroket
Soundcloud : soundcloud.com/kelompokpenerbangroket
Facebook : facebook.com/penerbangroket
Youtube Chanel : Berita Angkasa
Foto: KPR Docs.
Comments (0)