Kembalinya Eksistensi Pop 60-an Dari Curly & Me

Kembalinya Eksistensi Pop 60-an Dari Curly & Me

Kalau pop, ke arah musik pop seperti apa yang lebih kalian tonjolkan karena untuk aliran ini ragam hiasnya kan banyak sekali ?

Mungkin pop yang lebih beragam. Kayak ada lagu kita yang judulnya “Supper May Come Late”, progresinya bukan progresi folk atau apa pun orang menyebutnya. Tapi lebih cenderung jazz atau bisa disebut juga big band. Karena pada proses pembuatannya untuk lagu itu, kita habis dengerin materi musiknya Elavis Gerald. Jadi kalau misalkan ada yang melabeli musik kita folk atau apapun itu, tapi menurut kita ada eksplorasi yang lebih luas selain konotasi orang menganggap musik kita seperti apa. Karena musik pop itu adalah istilah lain dari makna musik populer dan kami memang memainkan musik seperti itu. Kayak di tahun 60-an, musisi yang muncul di era itu eksplorasinya gila-gilaan padahal mereka memainkan band rock.

Dan secara nggak langsung adalah band beridentitas 60-an ?

Sebenarnya kita melihat dari akar musik yang kita mainkan sih. Kayak dulu kita sering dan bahkan suka malahan dengan The Everly Brothers, dan sedikit banyak terpengaruh. Kemudian Simon & Garfunkel, Jon Denver, The Beatles dan lain sebagainya. Mungkin ya secara nggak langsung mempengaruhi musik kita juga. Karena kalau kita berbicara tentang musik populer, nggak bisa kita misalkan melihat band apa yang muncul tahun kemarin atau band-band yang berada di ranah jenjang waktu yang dekat. Enggak, tapi cari akar musik yang dia mainkan itu seperti apa, proses perkembangannya seperti apa dan lain sebagainya. Begitu juga dengan musik kita mainkan yang berakar dari tahun 60-an, kalau menurut kami seperti itu.

Oke, dan terdekat kalian lagi disibukan dengan proyek apa ?

Rencananya tahun ini aka nada 2 single yang akan kita keluarin, dan satu EP yang mulai digarap pada pertengahan tahun dan rilis di akhir tahun. Kemudian album kalau di tahun depan, kalau yang proyek itu bisa berjalan lancar. Prosesnya kita lakukan secara bertahap sih dan nggak mau terburu-buru.

Bisa diceritakan tentang EP yang akan kalian rilis nanti ?

Kalau EP sendiri nantinya berisikan lagu-lagu yang tidak akan di album pastinya. Tapi konsepnya itu seperti yang kita bilang tadi secara bertahap. Kita nggak mau langsung album kenapa, karena tak lain dan tak bukan kami adalah musisi yang masih amatir. Beda sama band-band lain mungkin ada yang langsung rilis album, tapi nggak di kami. Sedangkan kalau untuk album itu kasarnya harus enak didengar. Kenapa nggak kita rilis album dulu, selain amatir juga kami ingin proses penggarapannya detil sampai ke kuping pendengar. Dan kenapa EP karena menurut kami ada beberapa materi yang kurang layak untuk dimasukan ke album, lebih tepatnya di EP. Sama jadi proses pembelajaran juga, awalnya rilis single 2 yang satunya lagi proses rekamana mixing dan mastering, udah gitu rekaman lagi dan rilis single lagi, setelahnya baru EP secar pelan-pelan. Karena beda banget proses yang kita lakukan ketika di studio dan tampi live. Semua hal ketika live dari kita itu beda banget.

Berapa lagu yang kalian masukan, dan single yang dirilis masuk ke mini album itu juga ?

Untuk lagu kira-kira ada 4-5 lagu. Tapi untuk single yang udah kita rilis, misalkan yang terakhir “Concordia” itu nggak akan di mini album kita nanti. Karena di mini album nanti lagu-lagu yang akan kita masukin adalah lagu-lagu kalau diistilahkan jaman sekarang b-side. Jadi lagu-lagu yang nggak terlalu kuat karakternya, atau memang beda sendiri dibandingkan materi yang akan dimasukan ke album nantinya. Dan juga materi single kita nggak akan ada disitu. Kita lakukan demikian karena, selain bentuk penghargaan untuk karya kita sendiri, juga proses belajar kita ketika membuatnya didalam studio.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner