Ketika Seorang Bassis Menjadi Sorotan Dalam Sebuah Band
Awan Garnida (Sore)
Secara penampilan, Awan Garnida cukup menarik perhatian ketika dia bermain dengan bass vintage nya, yang mengingatkan pada Paul Mc Cartney, bassis/vokalis dari super grup The Beatles, baik secara tampilannya yang sama-sama dimainkan dengan posisi kidal, maupun jenis bass yang Awan mainkan. Ini bukan tanpa alasan, mengingat Awan sendiri adalah penggemar The Beatles yang cukup fanatik. Tentang kegemarannya akan The Betales ini sendiri dia aplikasikan juga dengan projek musiknya bernama G-Pluck, sebuah band yang mengkhususkan diri membawakan lagu-lagu The Beatles.
Referensi dia akan The Beatles, dia coba masukan ke dalam komposisi musik Sore, yang secara musikal memang identik dengan sound vintage nya itu. Apalagi sang drumer Bemby juga mengimbangi pola permainan bass dari Awan, dengan sound drum yang juga vintage. Namun lepas dari karakter suara vintage yang ditawarkan Awan dan Bemby, karakter vokal Ade Paloh juga pada akhirnya membentuk musik yang khas ala Sore. Dengan perpaduan musikalitas masing-masing personil Sore, tidak susah bagi band ini untuk muncul ke permukaan. Dan tidak hanya sekedar meramaikan khasanah dunia musik independen di Indonesia saja, prestasi band ini juga layak diperhitungkan, dan ini dibuktikan dengan penghargaan sebagai One of Five Asian Albums Worth Buying oleh majalah Time Asia lewat album Centralismo. Juga sederet penghargaan lainnya seperti 150 album terbaik Indonesia versi majalah musik ternama di Indonesia.
Comments (0)