Klarinet, Suara Merdu Celah Sempit Kayu Grenadilla

Klarinet, Suara Merdu Celah Sempit Kayu Grenadilla

By : D.Bramtyo

Ada yang diantara coklatfriends sebagai klarinetis? tahu enggak asal muasal alat music tiup dari keluarg woodwind ini pertama kali ditemukan?

Kami akan membahas di dalam artikel kali ini, salah satu instrument music tiup kayu yang mampu menghasilkan suara dari getaran pada celah sempit di sekitar tepian instrument ketika klarinetis memainkannya.

Umumnya kebanyakan instrument music ini terbuat dari kayu, dengan perkembangnnya terbuat dari bahan logam atau plastic seperti saksofon dan alat music flute. Namanya diambil dari penambahan akhiran "-et" yang berarti "kecil" pada kata Itali "clarino" yang berarti "trompet". Sama seperti saksofon, klarinet dimainkan dengan menggunakan satu reed. Klarinet merupakan keluarga instrumen terbesar, dengan ukuran dan pitch yang berbeda-beda. Kata klarinet umumnya merujuk pada soprano klarinet B♭, yang merupakan klarinet terumum.

Pertama kal kali dibuat di kota Nuremberg Jerman, tepatnya pada tanggal 14 Januari 1690. Seorang bernama lengkap Johann Christoph Denner (13 Agustus 1655 - April 26, 1707) adalah yang berjasa menemukannya. Beliau merupakan pionir era Baroque dengan woodwind instrument yang menjadi ciri khasnya.

Denner lahir di Leipzig dan berasal dari keluarga yang banyak berkutat dengan pembuatan cerobong asap. Sang Ayah, Heinrich Denner, juga seorang pembuat permainan peluit tanduk yang digunakan untuk berburu, Beliau sekeluarga pindah ke Nuremberg pada tahun 1666. Johann Christoph Denner memulai berbisnis sebagai pembuat instrumen sekitar tahun 1678.  Dan dua anak laki-lakinya, Yakub dan Johann David, juga bekerja seperti para pendahulunya. Ada kurang lebih enam puluh delapan instrument yang ditemukan JC Denner.

Ketika Denner Meninggal pada tahun 1707 dan dimakamkan di Nuremberg.  Seorang kawan bernama, Johann Gabriel Doppelmayr menulis tentang Denner pada tahun 1730: At the beginning of the current century, he invented a new kind of pipe-work, the so-called clarinet... and at length presented an improved chalumeau. Atas dasar kalimat ini, Denner telah dikreditkan oleh banyak kalangan sebagai orang yang membuat perbaikan pada instrument Chalumeau dan penemuan klarinet. Jika ita menafsirkan kembali kata-kata di awal kalimat " At the beginning of the current century “, beliau dikatakan telah mengembangkan clarinet sejak tahun 1690, walaupun ketiadaan bukti meragukan hal ini.

Karena pada kenyataannya, JC Denner (mungkin) tidak memiliki Klarinet sama sekali. Dan diperkuat dengan bukti otentik dimana salah satu clarinet yang sekarang disimpan dengan baik di museum University Of California selalu dikaitkan dengan JC Denner, tetap saja masih diperdebatkan.

Ada yang pernah menyebutkan juga bahwa instrumen lain  milik Denner ikut hancur dengan meletusnya Perang Dunia ke-II. Tetap saja hal tersebut tidak menguatkan hak paten siap sebenrnya yang menemukan clarinet. Hanya saja diperkuat dengan ditemukannya faktur pembuatan clarinet tersebut, tiga tahun setelah kematian JC Denner sendiri.

Di balik suara merdu klarinet ternyata tersimpan hampir seabad jeritan pohon grenadilla yang terpanggang di teriknya benua Afrika. Pohon yang dikenal dengan nama kayu hitam afrika itu kini terancam punah.  Bentuk alat musik itu lurus seperti tongkat komando dan teropong para pelaut, warnanya dominan hitam dengan pernak-pernik metal atau logam di sana-sini, terkesan eksotis. Suaranya merdu bak buluh perindu dan salah satu cirinya adalah berwarna gelap, bertekstur halus dan berserat lurus, karna berasal dari bahan kayu granadilla - kayu hitam itu dari Afrika.

Memang kayu hitam granadilla ini cukup populer di kalangan pelaku industri music. Grenadilla memang bukan kayu sembarangan. Tingkat kekerasan, kepadatan, serta kestabilannya sangat tinggi, melebihi kayu hitam lain. Teksturnya halus, seratnya lurus, dan sifat akustiknya bagus. Sudah layak dan sepantasnya kalau grenadilla kemudian terpilih sebagai bahan utama untuk membuat alat musik yang ekstra sensitif seperti klarinet. Grenadilla sang kayu pilihan itu patut dipilih karena memiliki karakter yang serba prima. Klarinet kualitas terbaiklah yang kemudian dapat dihasilkan olehnya. Pohon grenadilla itu kurus dan kecil. Berumur 70 tahun, dengan tingginya yang hanya 9 meter dengan diameter seukuran pinggang manusia. Pohon ini banyak tersebar di padang Afrika, yang ironisnya membuat pertumbuhan pohon ini sangat lambat. Batangnya menggeliat, Daunnya kecil,dan terkadang rontok.

Tampilan luarnya sama sekali tidak menarik namun dibalik sosok yang kurang flamboyan itu terdapat kekuatan sekaligus kelembutan yang luar biasa. Pohon ini kini tersisa hanya cukup untuk dua dasawarsa dan terancam punah. Kulit pohon grenadilla berwarna coklat susu, sementara kayunya berwarna hitam pekat. Oleh kalangan ahli botani pohon itu diberi nama Dalbergia Melanoxylon. Melanos artinya hitam, karena adanya unsur hitam yang dikandungnya. Grenadilla tumbuh di benua Afrika, dari Ethiopia sampai Angola, dari Senegal di sebelah barat hingga Tanzania di bagian timur. Paling banyak terdapat di Mozambique dan Tanzania. Grenadilla adalah sebutannya dalam bahasa daerah Mozambique. Daerah lain menamainya Mpingo. Dari Afrika, kayu itu diangkut ke Eropa, ke pabrik pembuat alat musik tiup yang banyak terdapat di Perancis dan sekitarnya. Hal ini sudah berlangsung sejak lama. Hanya kayu yang benar-benar berkualitas yang terpakai. Tak heran kalau grenadilla kemudian menjadi salah satu kayu termahal di dunia. Tak heran grenadilla lalu dikalim sebagai Pohon Nasional Tanzania dan ketersediaan pohon yang memiliki nilai strategis ini mulai menipis disana.

Salah satu Klarinet yang terkenal di antaranya bermerek Buffet Crampon, Henri Selmer dan Marigaux. Pabrik-pabrik itu spesial membuat produk berkelas berbahan grenadilla. Produsen lain ada yang selain bikin yang asli juga memproduksi klarinet berbahan imitasi, dari remah-remah grenadilla dicampur resin atau dari bahan ebonite (bahan plastik yang dihitamkan sehingga menyerupai eboni).

- See more at: Sumber : http://kalender-peristiwa.blogspot.com/2013/01/alat-musik-tiup-klarinet- diciptakan.html#sthash.mKx1qxZX.dpuf 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner