Klimaks Bermusik dari Mesin Tempur dan Teenage Death Star

Klimaks Bermusik dari Mesin Tempur dan Teenage Death Star

Mesin Tempur hadir sebagai band yang menggambarkan kebebasan di titik paling pol. Vokalis mereka bisa menggambarkan dengan detail imajinasi liar beberapa orang, yang bergumam bagaimana rasanya berucap sumpah serapah dengan banyak forbidden words di atas panggung. Menjadi "nabi" dengan "sabda"nya, yang diucapkan enteng saja oleh dia, kala kalimat-kalimat yang bisa dipastikan tidak lulus sensor, andai saja itu ditayangkan di televisi. Ditambah dengan beberapa gimmick yang tidak diduga, seperti misalnya bagi-bagi mie instan, atau celana dalam, yang tidak jarang menghadirkan keseruan di area penonton, yang riuh menyambut gimmick tersebut.  

Teenage Death star juga tidak berbeda jauh dengan Mesin Tempur. Band yang mengusung jargon “Skill Is Dead Let’s Rockin” ini, juga bisa memberi gambaran kebebasan bermusik di titik maksimal. Energi yang mereka hadirkan di atas panggung diamini oleh penontonnya di sebuah area konser yang sempit. Intensitas yang hadir di antara keringat yang bercampur koor masal kala mengulang lirik “Joni, Joni, Joni...” berkumandang, ditingkahi sang vokalis Sir Dandy, yang di tiga menit lagu itu berkumandang hanya berguling-guling saja, dan menyerahkan micnya pada penonton.

Musik seharusnya menjadi hiburan atau jadi semacam pelepasan. Mereka membiarkan keliaran mereka dalam bermusik sebebas-bebasnya. Mereka memberi pilihan lain dari bentuk musik. Mungkin bukan satu hal yang baru, tapi dengan apa yang mereka sajikan, kita jadi tahu jika ada hal lain dari musik yang bisa menjadi sarana pelepas penat, kala rutinitas sudah terlalu menyisakan jarak dengan keinginan bersenang-senang. Get f*ck with this band, dan jadikan kamu muda selamanya, karena when music too loud, you’re too old. Jika sudah seperti itu, maka pulang saja pak tua. Gigs ini tidak punya tempat untuk orang tua ringkih yang mengharap melodi manis dengan tempo yang mengalun pelan.

BACA JUGA - Lima Grup Musik Surf Lokal yang Layak Dinikmati

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner