Kompilasi Time For Skunx, Penerus Obor Musik Ska Punk di Bandung
Musik ska sempat mengalami masa kejayaan ketika pada awal millennium. Demam musik ska menjangkiti para anak muda, terutama di Kota Bandung. Band-band ska laku bak kacang goreng dan bahkan hampir tiap minggu kita menemukan band ska yang tampil di berbagai pentas gigs dan bazaar. Puncak dari demam ska ketika band Noin Bullet yang berhasil gabung dengan major label. Kejadian itu menjadi kontroversi ketika sebuah band underground (independen) bergabung dengan major label.
Namun, demam ska memang seumur jagung. Tak perlu waktu lama, tren silih berganti. Musik ska yang sempat fenomenal, akhirnya boleh dikatakan “habis” tergerus zaman. Beberapa band ska seperti Dirty Dolls dan Noin Bullets memang masih eksis, tapi tidak sekencang awal dekade lalu. Demam musik ska sempat dirangkum dalam kompilasi legendaris Skalloween rilisan Riotic Records yang menghadirkan band-band ska legendaris asal Bandung seperti Young Coconut, Dirty Dolls, Agent Skins, Phoni Cat, Kingkong Beer, Epita Peron, dan masih banyak lagi.
Meski tren itu sudah berganti, beberapa band ska masih kukuh memegang idealismenya. Musik ska sendiri memang tidak mati-mati amat. Beberapa band masih menempelkan unsur musik ska seperti Rosemary dan Don Lego yang pada beberapa bagiannya memunculkan unsur musik ska/two-tone. Usaha untuk melakukan revival kembali pada musik ska coba dibangkitkan kembali oleh Eastern Wolves melalui album kompilasi Time For Skunx. Kompilasi Time For Skunx ini seperti melanjutkan obor dari Skalloween.

Band-band ska yang terdapat dalam album kompilasi Time For Skunx seperti memberikan gambaran bahwa musik ska tak sebatas hanya pada koridor two-tones. Hampir mayoritas yang ada dalam kompilasi Time For Skunx lebih menonjolkan musik ska yang sangat kental dengan beat dan distorsi punk. Mulai dari lagu pembuka dari Kingkong Beer berjudul “Terpacu”, sampai ke lagu yang paling okey dari Noin Bullet, “Tertawai Dunia” dan lagu dari Dirty Dolls berjudul “Sepatu”. Kesemuanya memamerkan nuansa musik ska punk yang agresif. Cocok untuk disetel pagi hari agar lebih bersemangat.
Kompilasi musik ska sendiri di Kota Bandung terhitung yang cukup sedikit dibandingkan dengan kakak-kakak mereka dari komunitas hardcore/punk atau metal. Yang saya ingat sendiri hanya ada dua kompilasi yang merekam fenomena musik ska di Bandung yaitu Skalloween dan Time For Skunx.. Beberapa band yang tergolong senior seperti Kingkong Beer, Dirty Dolls, Hito Ichi Mi, dan Young Coconut bahkan hadir pula dalam kompilasi Skalloween. Namun, masih ada juga beberapa nama baru seperti Saritme yang mulai meramaikan regenerasi baru musik ska di Kota Bandung.
Untuk yang ingin penasaran seperti apa musik ska punk, mungkin kompilasi ini bisa menjadi jawaban mengingat kompilasi Skalloween sekarag sudah masuk kategori rare. Sembilan band yang terdapat dalam kompilasi ini dapat memberikan nuansa baru dan kesegaran baru untuk yang bosan dengan kompilasi-kompilasi punk dan metal yang cenderung tipikal.
Comments (0)