Lagu Cinta Ala Duo Santamonica
Duo Santamonica ini punya keduanya, baik itu lirik yang memang menuliskan kata cinta disana, maupun komposisi musiknya, yang dibuat menjadi repetisi pada pola aransemen synth-nya.
Bicara lagu cinta, kadang tidak selalu secara gamblang menuliskan kata cinta pada lirik lagunya. Hal ini bisa diimbangi pula dengan bangunan komposisi musiknya, yang menawarkan sebuah nuansa jatuh cinta, meskipun tanpa kata cinta. Namun lagu “Tinkerwish” dari Duo Santamonica ini punya keduanya, baik itu lirik yang memang menuliskan kata cinta disana, maupun komposisi musiknya, yang dibuat menjadi repetisi pada pola aransemen synth-nya. Pola aransemen musik ini menjadi menguatkan mood, yang mereka bangun dan gambarkan akan sebuah perasaan ketika jatuh cinta.
Atau, jika saja Santamonica tidak menambahkan lirik pada lagu ini sekalipun, itu tidak akan mengurangi keindahan dari apa yang ingin lagu ini tampilkan. Dimana musiknya sendiri sudah mewakili seperti apa perasaan ketika jatuh cinta. Degup jantung yang berdebar ketika bertemu sang pujaan hati, yang diwakili dengan baik lewat pola suara digital, hasil olahan perangkat musik yang mumpuni, dan bersinergi dengan orang dibaliknya, untuk kemudian dikemas apik oleh duo Santamonica ini. Beberapa kali pengulangan bebunyian khas ornamen musik mereka, sebagai bentuk penegasan dari sebuah alat penyampai perasaan, yang dalam hal ini diamini oleh lirik lagu yang dinyanyikan. Ataupun dengan menambahkan imajinasi dari pikiran yang terbawa oleh lantunan musik, yang memacu pendengarnya untuk membuat dunianya sendiri.
Seperti halnya pada memoar manis tentang cinta pertama, ketika senyum simpul terpasang bersama cerita konyol semasa baru mengenal cinta dulu. Tentunya kekonyolan yang akan teringat sampai kapanpun. Lebih tepatnya kekonyolan yang tidak ingin dilupakan, meskipun itu mungkin memalukan. Bahkan sampai lagu ini habis, senyum simpul itu masih saja betah menghuni dan tidak mau pergi. Sampai dengan terpaksa harus memutar lagunya kembali, seakan tidak rela meninggalkan memoar manis cinta pertama itu berakhir dengan coda pada lagunya
Comments (0)