Liburan Bersama Lagu-Lagu Folk

Liburan Bersama Lagu-Lagu Folk

Lagu-lagu yang tercipta dari beberapa grup duo mudah melekat karena pemilihan nada yang enak, juga pemilihan tema lagu, dan cara penulisan lirik yang bertutur

Terkadang untuk membentuk sebuah komposisi musik tidak membutuhkan banyak musisi seperti halnya sajian musik orkestra. Cukup dengan dua orang yang saling mengisi setiap notasi yang dimainkan, sebuah komposisi musik bisa tercipta begitu berisi dan punya intensitas personal dalam penyampaiannya. Seperti halnya sebuah dialog yang dibalut nada dan harmoi yang selaras, lagu-lagu yang tercipta dari beberapa duo berikut mudah melekat karena pemilihan nada yang enak, juga pemilihan tema lagu, dan cara penulisan lirik yang bertutur. Kita seakan sedang berada dalam sebuah cerita yang dimana duo ini menjadi pemeran utamanya, dan kita sebagai pendengar menyimaknya ditengah liburan akhir pekan menyenangkan, tanpa rutinitas pekerjaan dan kemacetan di jalanan.

Siapakah duo-duo yang DCDC pilih untuk menemani akhir pekan kamu. Simak list nya berikut ini.

ENDAH N RHESA

Endah N Rhesa adalah “the dynamic duo” yang chemistry nya begitu kuat. Ini tidak mengherankan mengingat keduanya adalah sepasang suami istri yang mempunyai skill bermusik mumpuni. Endah begitu piawai memainkan gitar akustiknya dengan berbagai gaya musik, dari mulai blues, ballad, sampai folk. Sedangkan Rhesa, dengan permainan bass nya kokoh menjaga fondasi musik yang mereka buat. Lagu-lagu mereka berisikan kisah cinta dalam porsi yang pas. Auranya positif dengan pilihan nada major yang riang, dan tentunya punya nilai dalam pesan yang mereka sampaikan, jika sejatinya hidup dengan cinta adalah kunci mendapatkan kebahagiaan. Seperti dalam lagunya yang berjudul “Sunshine Of The Goodtime”, mereka adalah penggambaran yang paling pas dari sebuah cahaya cinta, yang menerangi tiap-tiap jiwa yang merasa naas oleh sebuah drama picisan, ala anak muda zaman sekarang. Endah N Rhesa seakan bilang “no more drama and lets play the music. Have fun”.

BANDA NEIRA

Sangat disayangkan ketika ada grup musik sebagus Banda Neira tidak berumur panjang. Meskipun duo ini memutuskan bubar tahun lalu, Banda Neira tidak lantas bisa dilupakan begitu saja. Kekhasan vokal Rara Sekar yang lirih bersenandung pararampa, ngebland dengan suara Ananda Badudu yang tenang, menjadikan duo ini begitu teduh terdengar, bagi telinga-telinga yang bosan mendengar kata-kata umpatan dijalanan yang keras. Banda Neira adalah oase di padang pasir yang gersang. Pencapaian terbaik mereka ketika membawakan lagu “Sampai Jadi Debu”, yang menjadi anthem lagu cinta dengan kedalaman lirik puitis sarat makna. Agaknya tidak berlebihan jika lagu ini penggambaran sempurna dan bagaimana seharusnya lagu cinta tercipta.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner