Lima Band Pengiring Freddy Krueger Membunuh Mangsa-Mangsanya

Lima Band Pengiring Freddy Krueger Membunuh Mangsa-Mangsanya

Jika film "Friday The 13th" dilatarsuarai musisi lokal, maka inilah lagu-lagu yang tepat untuk menggiring kalian ke dalam mimpi buruk!

Kisah Freddy Krueger tampaknya cukup menarik untuk diangkat. Tepat pada hari Jumat tanggal 13 Oktober 2008, film bertajuk "Friday The 13th" dilepas ke khalayak umum. Berkaitan dengan hal itu, ada satu poin penting yang dapat diangkat dari film mencekam tersebut, yaitu kisah horornya yang menghantui segilintir manusia. Di film ini, unsur mengerikan macam bunuh membunuh tanpa belas kasihan ditunjukkan oleh Freddy Krueger, lewat benda tajam yang ada di tangannya.

Berangkat dari tema itu, mari kita korelasikan dengan musisi-musisi lokal yang memasukkan unsur horor ke dalam musiknya. Unsur ini dapat ditemukan dalam nuansa musik, lirik, atau tampilan sekalipun. Cukup banyak memang karya musisi lokal yang bicara tentang tema ini. Tapi, setidaknya ada lima karya dari lima musisi berbeda yang sangat menggambarkan momen kemunculan Freddy dengan alat pembunuhnya, menghantui korbannya, sampai membunuhnya dengan cara yang misterius.

 

Ancient – "Tormentor"
Di awal kemunculannya, sosok Freddy menampakkan dirinya dengan cara yang misterius. Lagu dari grup musik bergenre black / speed metal yaitu Ancient dengan "Tormentor" sebagai single yang ditunjuk dirasa cocok dengan momen tersebut. Lagu ini merupakan single dari pertama dari grup yang berasal Bandung. Dari segi riff, mereka banyak mengadopsi permainan musik ala Pentagram atau Venom. Di awal lagunya, Ancient seperti menampilkan bagaimana suasana mencekam di malam gelap gulita. Menuju tengah lagu, tempo musiknya mulai mengencang seperti saat Freddy menghantui mangsanya.

 

Kelelawar Malam – "Ordo Vampir"
Lagu yang mengangkat tema tentang kedatangan vampir ini juga cocok untuk aksi kejam Freddy. Dengan tempo musik horror / punk, lagu yang dulunya dirilis pada hari Halloween tahun 2016 lalu seakan menggambarkan dengan jelas momen di mana sang korban ditakutkan oleh kemunculan Freddy. Lagu ini sendiri merupakan suatu bentuk kemunculan kembali Kelelawar Malam, dan didapuk sebagai single pertama mereka untuk album keduanya bertajuk Jalan Gelap (2017/Lawless Records). Tapi, khusus untuk single “Ordo Vampir”, lagu ini dirilis oleh Yes No Wave.

 

Ghaust – "The Wolf And The Boar"
Pembantai pun perlu rehat, sepertinya. Lagu Ghaust berjudul “The Wolf And The Roar” ini rasanya cocok untuk menjadi latar suara sang pembantai beristirahat. Lagu yang berdurasi sekitar empat menit ini diambil dari album pertamanya Self-Titled (2008/Grieve Records). Tempo dan riff gitar yang berat dan agresif itu seperti menggambarkan momen di mana Freddy Krueger menghantui mangsanya secara perlahan. Percikan darah pun seakan tepat untuk menjadi penggambaran ruang di mana Freddy meluruskan kaki sejenak setelah membantai korban-korbannya. Sayangnya, Ghaust sudah tidak lagi aktif di dunia musik independen Indonesia.

BACA JUGA - Friday 13th Versi Musisi Lokal Indonesia

Grace – "Four Infernal"
Di dalam sebuah rumah tua yang dihuni oleh segilintir pemuda, Freddy membunuh mereka satu persatu. Lagu yang cukup merepresentasikan akan hal itu adalah milik Grace, yang berjudul "Four Infernal". Riff musik dari band asal Tulungagung ini sudah cukup menjadi jawaban mengapa mereka tidak boleh dilewatkan di daftar ini, karena terdengar sangat kejam. Memang sudah sewajarnya, karena mereka memainkan musik atmospheric / black metal / punk dan rasanya tidak bisa dilewatkan untuk melatari Friday 13th.

 

Hurt’Em – "Deceit | Patronage"
Di rekomendasi terakhir, ada Hurt'Em yang menggeber musik grindcore / power violance-nya dengan super kencang. Lagu ini pantas untuk menggambarkan kekejaman Freddy, dan perilaku-perilaku maniaknya. Lagu yang berasal dari band asal Jakarta ini merupakan salah satu single dari album Condolance (2017/Lawless Records). Lagu ini pun cocok untuk menjadi penutup film Friday The 13th. Setelahnya, silahkan bermimpi buruk malam ini!

Source Foto: Pinterest, edited by Alfie Fadhlan

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner