Lima Band yang Bermusik Dengan Merdeka dan Tanpa Batas
Dadi and The Yeehaw
Shahida Manzoor, dalam disertasinya yang mengutip Ovid Methamorposes, menyatakan bahwa “before ocean was, or earth or heaven, nature was all a like, a shapeless chaos”, yang menjelaskan tentang adanya keadaan tertib diawali dengan ketidaktertiban. Hal ini kemudian diaplikasikan oleh Dadi and The Yeehaw, yang menyajikan perayaan tentang bunyi dalam konsep musiknya. Band ini menangkap ketidakberaturan bunyi dalam satu kompleksitas pola-pola bermusik itu sendiri. Atau jika tidak harus seserius itu menanggapi musik mereka, sederhananya mereka tidak sedang bermusik dengan alat musik yang mereka mainkan, tapi mereka hanya merayakan bunyi saja. Dinikmati atau pun tidak oleh penonton.
Lima band tadi hadir sebagai pilihan lain dari sebuah sajian musik, ketika nyatanya, ada juga beberapa band yang tidak menjadikan musik jadi sesuatu yang punya pakem, seperti keharusan melodi dan ritmis yang selaras, lewat suguhan lagu-lagu "ajaib", dan mungkin susah dicerna, andai saja pendengarnya masih terpatok pada pakem aturan-aturan bermusik secara akademis, maupun gambaran ideal banyak musisi pada umumnya.
Comments (0)