Long Live FLOWER CITY HARDCORE BIG MOB!!!!


Sebuah tradisi yang dipegang teguh oleh salah satu pionir jenis musik hardcore yang dibungkus dalam satu paket album reunion yang penuh akan memoir, napak tilas, rekam jejak, nostalgia, peluh kesah keringat dan darah sampai sumpah serapah yang terekam oleh saksi mata bisu, jalanan-jalanan kota Bandung.
Mini album reunion ini, Balcony mencoba membalikkan sebuah tradisi yang dipegang teguh selama beberapa dekade terakhir, terangkum dalam setiap album-album sebelumnya yang sudah mereka lepas ke telinga hardcore kids. Sebagai contoh, trek berjudul “Aku Menolak” menjadi bagian dari 3 lagu baru yang dikemas dengan sound lebih upbeat, trashy, dan komposisi jauh lebih gahar.

Tak terlupa untuk disebutkan, divisi vokal jauh lebih ‘jahat’ tapi terdengar matang di sisi yang lain. Disusul lagi dengan trek “Flower City” satu tanda kecintaan kepada kota kelahiran band bawah tanah era 90-an ini, “Ini Sudah Cukup” dan “Spreading The Chaos” yang direkam ulang dengan baseline atau komposisi yang setara dengan lagu-lagu terbaru dari salah satu pionir hardcore Bandung generasi Saparua.
Sebagai catatan, mini album reuni, solah mengajak kolega HARDER posse crew-nya yang terdahulu atau idelanya kita sebut kompatriot mereka, HOMICIDE untuk mengingat kembali “Memoar’98” sebagai amunisi utama, rekaman memori dan api penyemangat bagi mereka yang susah payah membangun skena ini, hidup di skena ini, dan besar di skena ini untuk bangkit kembali untuk terus berkarya di era ‘’chaos’’ ini.

Long Live FLOWER CITY HARDCORE BIG MOB!!!!
HAIL!!!!


Disari dari tulisan karya HW dari The VEIN zine.
T : https://twitter.com/balcony_bdhc
R : https://www.reverbnation.com/balconybdhc
Literatur terkait :
http://omuniuum.net/artikel-balcony-masih-tetap-balcony-revan-bramadika/
http://indometalzine.blogspot.co.id/2013/07/biografi-band-balcony-hardcore-bandung.html
Foto :
Comments (0)