Mari Tampar Kaum Rebahan Bersama The Idiot Nasty Group

Mari Tampar Kaum Rebahan Bersama The Idiot Nasty Group

Tema-tema yang diangkat THING beragam, bahkan bisa tentang yang remeh temeh seperti menyoroti kebiasaan kaum rebahan yang menuhankan kemageran sebagai sebuah pola hidup

Untuk orang-orang  yang mengenal punk lewat sebuah pergerakan yang disuarakan lewat musik, punk pada akhirnya menjadi corong tempat mereka bersuara, menyuarakan keresahannya akan banyak hal yang tidak beres di sekitarnya. Dari mulai otoritas pemerintahan sampai hal-hal yang mengusik kenyamanan mereka dalam menjalani kesehariannya. Mereka berjejaring kala kata ‘anarki’ mereka terapkan sebagai bentuk penolakan sistem yang dibentuk ‘orang-orang berdasi’ yang menginjak hak hidup orang kecil, lewat sebuah trik politik, dan segala macam perniknya yang condong ke atas tersebut. Seperti apa yang pernah dilakukan oleh Pam dari band Runtah, lewat beberapa tulisan di newsletter yang dibuatnya bersama Riotic.

Namun pada perkembangannya, secara musikalitas punk hanya menyisakan turunan genre musiknya saja. Ya, lepas dari apa yang ditulis di atas, tentang apakah punk sebagai corong paham anarkisme atau sebagai alat ‘perjuangan’, beberapa musisi yang memainkan musik ini banyak juga yang hanya mengamini punk dari estetika gaya bermusiknya saja. Tema-tema yang diangkat pun lebih beragam, bahkan bisa tentang yang remeh temeh seperti menyoroti kebiasaan kaum rebahan yang menuhankan kemageran sebagai sebuah pola hidup. Satu hal yang kemudian dituangkan The Idiot Nasty Group (selanjutnya ditulis THING) lewat lagunya yang berjudul “Get out”.

Jika dilihat dalam perspektif luas, merasa nyaman memang menyenangkan, tanpa disadari muncul efek negatif yang bisa membuat orang-orang terlena dalam hidup yang stagnan. Rebahan dengan waktu lama didepan gadget, menikmati film seri berepisode-episode tanpa jeda, menunda aktivitas karena asik main game merupakan beberapa contoh zona nyaman berbahaya yang personil THING kaitkan dalam proses terciptanya lagu “Get out”.

Dilengkapi pula dengan musik yang terinspirasi dari beberapa band Amerika yang digawangi oleh personil perempuan seperti Bikini Kill, F-Minus, hingga The Muffs. THING membawakan musik cepat berisi chord-chord yang agresif, ketukan drum cepat serta teriakan vokal yang menjadi ciri punk rock dan hardcore punk era 80-an.

THING sudah merilis 2 single secara digital dan masuk dalam kompilasi Jeruk Records (Jakarta) bertajuk “Audio Gangbang vol. II” bersama 5 band lain yang telah dirilis dalam bentuk CD. Secara digital, THING masuk dalam beberapa kompilasi label independen luar seperti “Joy of 6 vol. 5” yang dibuat oleh Thomas Impostor Records (Jepang), “Highly Curated vol. II” oleh House of Beauty Records (USA) dan “The Best Punk Rock in Indonesia, Kawan” oleh Bloated Kat Records (USA). Setelah cukup lama beristirahat akibat pandemi covid-19, THING akan merilis single ketiganya yg berjudul “Get Out” di digital platform, serta menjadi penanda akan dirilisnya EP berisi 5 lagu dalam waktu dekat. Bulan ini mereka terpilih sebagai Rocka Rookie karena apa yang mereka tawarkan sejalan dengan semangat kebaruan yang diusung DCDC lewat semua programnya.

BACA JUGA - Band-Band Pop Punk Minggir! Ada The Idiot Nasty Group Mau Lewat

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner