Kompleksitas Matematika, Unsur Kosmologi, Utara India, dan Sisi Spiritual
Memulai karir bermusik profesionalnya sejak umur 12 tahun, lalu mendalami musik klasik India utara, dengan fokus mempelajari alat musik sitar. Seorang visioner renaissance dari abda 21 bernama Mark Deutsch yang berasal dari San Fransisco California ,berakhir menemukan alat musik The Bazantar. Sebuah alat musik bass akustik lima senar, dengan tambahan sekitar 29 senar sympathetic dan 4 senar drone (senar dengung).
Sebelumnya, Mark mempelajari musik tidak hanya berdasarkan dari segi teknis saja. Dengan latar belakang ilmu matematika, Mark mempelajari juga hitungan matematika dalam musik, struktur bentuk, kualitas suara, dan teknik yang mendalam dari setiap alat musik yang dipelajarinya, terutama alat musik tradisional sitar itu sendiri. Selain itu, Mark menggabungkan unsur kosmos, sistem hitungan sacral khas Hindia, luar angkasa, ruang - waktu dan spiritual menjadi satu karya musik yang penuh kompleksitas. Proses pembuatannya, membutuhkan waktu sekitar 5 tahun, dari tahun 1993 sampai dengan 1997. Dengan bentuk final tambahan senar drone.
The Bazantar adalah sebuah dobrakan, penciptaan sebuah alat musik karya anak manusia, dimana musik klasik barat rumit ‘bersetubuh’ dengan nuansa musik timur. Sebuah instrumen yang dapat menjangkau lima oktaf lebih saat dimainkan, dan ketika dimainkan dalam jangkauan sympathetic mencapai 4 oktaf. Hasilnya adalah, sebuah perpaduan melodi, sympathetic, dan senar drone menghasilkan gelombang suara yang beresonansi dan kaya akan bentuk nada – nada. Luar biasa nya lagi, The Bazantar, ketika memainkannya, baik menggunakan bow atau dipetik layaknya alat musik bersenar lainnya, mampu menghasilkan hasil suara yang belum coklatfriends dengar sebelumnya.

Bisa cek langsung di website resminya di bawah ini
Youtube Channel : Ammonitee
Vimeo Channel : Michael Coleman
Bandcamp : https://bazantar.bandcamp.com/releases
Photos : www.musicianswoodshed.com , www.oddmusic.com, bazantar.bandcamp.com, https://soundcloud.com/8dawn/sets/bazantar, www.alternatemusicpress.com, www.samavesha.org
Comments (0)