Memaknai Musik Lewat Suguhan Film Whiplash Dan Frank
Kedua film ini menampilkan banyak adegan bermain musik dengan angle yang berbeda, dan bahkan bisa dikatakan bertolak belakang, lewat suguhan musik secara akademis dan kebebasan berekspresi secara liar
Satu kata yang bisa menyimpulkan persamaan antara film Whiplash dan Frank adalah musik. Kedua film ini menampilkan banyak adegan bermain musik dengan angle yang berbeda, dan bahkan bisa dikatakan bertolak belakang. Whiplash tampil dengan suguhan bermain musik secara akademis, lengkap dengan repertoar dan partitur lagu yang tersusun rapih. Sedangkan Frank datang dengan suguhan bermain musik, yang mengutamakan spontanitas dan kebebasan berekspresi secara “liar”.
Dua tokoh penting di dua film ini, Mr Fletcher dan Frank cukup dominan dengan caranya memaknai musik, dan memainkannya lewat karakternya yang kuat. Mr Fletcher di film Whiplash adalah typical guru musik yang keras dalam mendorong muridnya untuk bermain dengan “benar” sesuai dengan arahannya. Sebaliknya, Frank (yang dalam cerita di film selalu menggunakan topeng/kepala palsu) lebih mengutamakan unsur peluapan ekspresi diri lewat musik.
Dibeberapa scene terlihat cara Frank “ngepush” personil lainnya buat tidak ragu “memuntahkan” apa yang ada dalam dirinya lewat instrument musik yang dipegangnya. Ada juga cara-cara unik Frank dan personil bandnya dalam mengolah sampling/bunyi-bunyian yang direkam, untuk dijadikan sebuah komposisi musik. Dari mulai merekam suara air, gelas yang berdenting, sampai menjadikan kaos kaki sebagai tema dalam lagunya. Musik dimaknai Frank dengan liar, sebagai kebalikan dari musik akademis ala Mr Fletcher di film Whiplash.
Selain Mr Fletcher dan Frank, dua film itu juga dikuatkan dengan karakter Andy dan Jon. Andy adalah pemuda yang ambisius dengan musik. Dia ingin menjadi yang terbaik di sekolahnya, lewat instrument drum yang dipilihnya. Andy berusaha sangat keras agar dia jadi drumer hebat yang disukai Mr Fletcher. Lalu Jon dalam film Frank adalah tokoh yang mengagumi Frank, lewat cara-cara Frank bermusik. Persamaan Andy dan Jon adalah keduanya sama-sama menjadi tokoh yang ambisius, hasil sebab akibat dari tokoh Mr Fletcher dan Frank. Keduanya sama-sama berusaha keras agar disukai Mr Fletcher dan Frank. Yang menjadi menarik ketika sampai disatu titik ketika Andy dan Mr Fletcher berseberangan cara pandang, pun begitu dengan Jon dan Frank. Konflik diantara kedua tokoh ini menjadi menarik sampai film menampilkan suguhan credit title, tanda film selesai.
Di film Frank, bermain musik digambarkan dengan begitu menyenangkan, lewat segala bentuk eksplorasi saat membuat komposisi musik. Setting sebuah rumah ditengah hutan pun makin menguatkan gambaran kebebasan dalam bermusik, dalam artian membuat/bermain musik di alam terbuka, tidak melulu disebuah studio musik yang kaku seperti di film Whiplash. Ada kesan jika film Whiplash membuat bermain musik begitu menegangkan dan membosankan. Sedangkan di film Frank bermain musik terasa bebas dan menyenangkan, karena lepas dari tuntutan partitur musik yang harus dimainkan dengan “benar”.
Namun baik itu Whiplash ataupun Frank, keduanya punya cerita kuat, yang menampilkan musik dengan angle yang tidak seperti kebanyakan film musik pada umumnya, karena pada umumnya film musik banyak mengangkat tema tentang kisah zero to hero. Dari yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi seseorang. Seperti halnya kisah klasik ala negeri dongeng, ketika sang putri yang miskin bertemu pangeran tampan yang kaya raya. Whiplash dan Frank menyuguhkan musik dengan penjabaran cerita yang emosionil dari kacamata penonton. Keduanya melibatkan psikologis penonton untuk masuk ke dalam ceritanya.
sumber foto : https://terrymalloyspigeoncoop.files.wordpress.com
Comments (0)