Membakar Batas Maksimal, 10 Finalis WMBI 2019 Tampil Habis-Habisan

Membakar Batas Maksimal, 10 Finalis WMBI 2019 Tampil Habis-Habisan

Selepas break shalat Ashar, acara kembali diteruskan dengan penampilan dari Kapital yang datang dari belantara (yang kali ini dalam artian sebenarnya), tepatnya dari Tenggarong, Kalimantan Timur. Band ini cukup punya concern lebih dengan budayanya, yang dalam hal ini adalah budaya suku dayak dari Kalimantan (Timur khususnya). Hal tersebut mereka aplikasikan -salah satunya- saat band ini membuka aksinya dengan sebuah mantra bernama Juntun, yang secara tradisi konon katanya adalah tentang ritual memohon keberkahan atau petuah dari belantara/semesta.

 

Selain itu, kehadiran Bake Nainggolan sebagai gitaris di tubuh band Kapital juga menjadi daya tarik tersendiri, kala dirinya didaulat memainkan alat musik tradisional dari suku Dayak bernama Sape’ / Sampe ditengah penampilan Kapital. Kombinasi menarik antara seni tradisi dan musik berdistorsi liar dari Kapital, jadi suguhan tersendiri yang oleh sang vokalis, Akbar Haka sering lontarakan lewat istilah “teror dari belantara”. Kehadiran band dari Tenggarong ini nampaknya akan membekas di benak banyak orang yang menyaksikan mereka sore itu.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner