Membakar Batas Maksimal, 10 Finalis WMBI 2019 Tampil Habis-Habisan

Membakar Batas Maksimal, 10 Finalis WMBI 2019 Tampil Habis-Habisan

Selesai break, acara diteruskan dengan ragam keriaan, seperti salah satu yang cukup menarik perhatian adalah penampilan dari DJ E-One Cronik. Lewat scratch-scratch berbahaya dari DJ yang membidani Homicide, Eyefeelsix, dan Bars Of Death ini mampu mengolah sampling lagu-lagu metal, yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi sebuah sajin yang bahkan menarik perhatian Dom Lawson (Metal Hammer), hingga dirinya menuliskan jika E-One merupakan salah satu DJ terbaik di dunia yang dia tahu. “He’s one of the world’s finest turntable wizards”, ujar Dom melalui akun instagramnya.

 

Usai penampilan dari DJ E-One, penonton kemudian mengalihkan fokus ke panggung utama, dimana Down For Life, sebagai juara tahun sebelumnya, kembali menapakan kakinya di panggung Wacken Metal Battle Indonesia. Pengalaman mereka yang pernah menjajal panggung Wacken Open Air di Jerman, membuat mereka kian matang dalam penampilannya, bahkan sampai urusan di luar musik pun menjadi fokus mereka untuk juga menampilkan suguhan visual art menarik, dari mulai artwork hingga motion graphic, yang dibuat lebih well prepared.

 

Hal ini diakui sang vokalis, Stephanus Adjie jika menjadi pemenang di gelaran Wacken Metal Battle Indonesia yang diraih bandnya pada tahun lalu, menurutnya jadi memunculkan semacam ‘tuntutan’ tidak tertulis kala bandnya diharuskan lebih matang dari banyak aspek, termasuk hal-hal lain di luar musiknya itu sendiri. Satu yang juga menarik malam itu, kehadiran Addy Gembel di atas panggung menyanyikan lagu “Raining Blood” milik Slayer bersama Down For Life, sebagai lagu terakhir dari band asal Solo ini. Setelahnya, saat yang ditunggu pun tiba, yakni pengumuman pemenang dari Wacken Metal Battle Indonesia 2019.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner