Memori Indah Poster Cafe

Memori Indah Poster Cafe

Tonggak awal sejarah pergerakan indie di Ibukota. Sebuah era emas dimana media sosial masih sangat terbatas, tetapi semangatnya dalam bermusik dan berkreatif berkobar hebat. Bahkan hingga saat ini dimana media sudah jauh lebih moderen dan berbagai kebutuhan menjadi lebih instan, pergerakan mereka-mereka para "Jagoan" Indie jaman dulu perlu diapresiasi dan diberi tempat yang layak di hati setiap orang yang mengaku sebagai Indie-person. Peran dari generasi awal bawah tanah di negeri Indonesia tercinta perlu selalu diingat, tidak sekedar hanya bernostalgia, tapi meng-aminni kembali dalam hati makna di balik jerih payah generasi tersebut dalam menunjukkan taring eksistensi dan rasa jengah mereka melawan industri mainstream.

Seorang kawan yang juga seorang musisi Indie Bandung, pernah berseloroh, memberikan banyolan entah memberi quote layaknya Nietszche sang filsuf,  namun ada benarnya untuk dikutip, bunyinya seperti ini “Indomie saja yang disebut mie Instan, perlu direbus dan dimasak telebih dahulu, baru kita bisa menikmatinya!”.Intinya adalah, kalian harus menghargai betul sebuah proses dari sesuatu hal apapun itu, karena lewat proses tersebut kita bisa merasakan dan menghormati hasilnya di akhir, tidak hanya memakannya mentah-mentah dan tidak mengerti apa arti dibalik itu semua.

Poster Café? Ya ini dia, sebuah Café di Jakarta yang pada jaman keemasannya di era pertengahan tahun 1990an menjadi tempat berkumpul, sharing, menjajakan merchandise, ajang eksis dan mainin musik underground, bagi yang mengikuti perkembangan musik independent di Jakarta pasti sudah tidak asing lagi sama nama “Poster Café. Café legendaris yang konon katanya pemiliknya rocker gaek Ahmad Albar.

Poster Cafe sendiri banyak melahirkan dan membesarkan scene musik indie di tanah air,khususnya Jakarta. Mulai dari scene hardcore, metal, punk,ska sampai dengan alternative. Di era tahun 1996-1999 di Poster Café inilah embrio-embrio scene indie dilahirkan, band-band seperti Getah, Brain The Machine, Stepforward, Dead Pits, Bloody Gore, Straight Answer, Frontside, RU Sucks, Fudge, Jun Fan Gung Foo, Be Quiet, Bandempo, Kindergarten, RGB, Burning Inside, Sixtols, Looserz, HIV, Planet Bumi,Waiting Room, Parklife, Chanel 69 Rumahsakit, Fable, Jepit Rambut, Naif, Toilet Sounds, Agus Sasongko & FSOP , U.F.O, Fable, Wondergel, PestolAer dan RGB dan masih banyak lagi.

Tidak hanya band indie Ibukota saja yang memeriahkan venue Poster Cafe, Rotten Corpse dari Malang, Jasad, Hellgods,  Slow Death Surabaya, NewMarket Bandung, Homicide, Pure Saturday dan band-band era 90-an lainnya pernah merasakan hiruk-pikuk keindahan Poster Cafe.Sebuah memori indah skena awal pergerakan Indie di Indonesia yang solid tanpa melihat asal daerah maupun suku tempat kita berasa, yang terpenting adalah bersenang-senang dalam bermusik terus kreatif.

Lokasinya terletak di dalam kawasan Museum Satria Mandala yaitu museum Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Perlu diingat bahwa suasana di dalam acara saat itu  sesuai tema "No Fans All Friends",disana yang bintang tamu,yang featuring sampai yang nonton benar-benar ngga ada batas. Sebuah ciri-ciri underground sejati yg anti NGARTIS.

Support Your Local Movement..Warm regards,Cheers! “FL”

Sumber Foto : Istimewa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner