Menabuh Genderang 'Death Metal Makassar' Sejak 1996
BRUTAL DEATH METAL!
Sepintas itu yang terserap dalam gendang telinga penulis yang membengkak.
Hancur lebur! Sadis – berbahaya!
Itulah Critical Defacement, kugiran cadas yang terbentuk di Kampus Unhas, Kota Makassar dari tahun 1996 berdiri dengan formasi awal; Nandar, Nathan, Arthur, plus seorang 'preman' dari Pelita Jaya, Idol Blasphemy.Seperti yang ditulis dalam biografi singkat facebook mereka. Format awal ini berikrar bahwa mereka “sakit jiwa”. Jauh sebelum nama Critical Defacement dipatenkan, Necrology menjadi embrio awal kugiran ini. Saribbattang Makassar berkilah nama tersebut dicatut tanpa ijin oleh musisi Belanda, maka Idol berinisiatif mengganti nama menjadi Critical Defacement. Artinya sendiri, sebuah kritikan yang destruktif atau merusak.Cadas!
Album mini yang berjudul ‘Castle Nastigation’ pun di muntahkan Pada tahun 2000, sebagai pertanda bahwa di Makassar, Death Metal juga punya pengaruh dalam musik Underground pada waktu itu. Beberapa tahun berjalan, dan menghajar panggung-panggung festival di Makassar , sampai kemudian Nandar, Nathan, dan Arthur terpaksa harus meninggalkan band ini. Tepatnya di tahun 2002, band yang telah membesarkan namanya di dunia ‘Underground Makassar’ mereka tinggalkan karena kesibukan ke 4 personilnya dan ‘urusan perut’ yang sulit untuk dikompromi, sehingga otomatis Idol hanya tinggal sendiri untuk bisa tetap eksis di jalur Death Metal. Memilih jalur independent atau bawah tanah untuk berkarya, seperti halnya kugiran-kugiran cadas lain, bukan menjadi perkara mudah. Terutama di Indonesia. Sebuah persoalan ‘umum’ yang kerap dihadapi anak band arus samping, mengharuskan tersisalah Idol Blasphemy di Makassar, yang merelakan Critical Defacement vakum dalam waktu beberapa tahun.


Tahun 2002 sampai 2006, menjadi tahun-tahun bersejarah bagi Critical Defacement. Idol yang merasa tidak adanya keputusan dari personil lama, tidak bisa terus tinggal diam, inisiatiflah dia membuat audisi guna mengisi lowongan personil Critical Defacement. Dalam jangka waktu cukup lama, akhirnya Hendrik bergabung, Adi serta Al-Qhardawi ke dalam barisan pasukan penghancur gendang telinga ini. Band yang berkiblat pada genre yang sama yaitu Dying Fetus dan Napalm Death ini masih yakin kalau mereka belum habis. Memasuki tahun 2006, pergantian personil kembali lagi terjadi dalam tubuh Critical Defacement, Ical masuk menggantikan Nathan, Bachri menggantikan Nandar serta Hendrik masuk menggantikan Artur. Ditambah Farid mempertajam distorsi pada gitar (sebelum Lio Al Qhardawi).
Sampai akhirnya…
Lewat Tahun 2010, Critical Defacement menelurkan album ke 2, dengan judul ‘Bastard Opcenetion’, sekaligus menguji kemampuan para personil baru yang telah berganti 3 kali dalam kurung waktu 7 tahun.
Hingga sekarang Critical Defacement masih bisa terus menikmati udara kesejukan dari death metal, itu karena Idol merupakan satu-satunya personil yang masih aktif dan konsisten dalam bentuk idealisme yang berwujud pada ideologi dalam kancah permetalan selama 13 tahun mengibarkan bendera Death Metal.

Tahap demi tahap dilakukan untuk bermetamorfosa, tanpa perlu menghilangkan jati diri sejati sebagai nyawa dari Critical Defacement. Dan segera, dalam waktu dekat, album ketiga berjudul “Starting Slaughter” segera rilis lewat label berbabahaya Brutal Injection Records.
Festival Musik : Bleeding Sound I dan II, Rock Milleniuum, Extreem Metal Safari, Makassar Bersatu Part I. Bandung Berisik(Bandung), After Marth(Jakarta), Garut Death Festh(Garut).
Album : Crime of the Century, Bastard Opcenetion

Critical Defacement :
https://www.facebook.com/critical.defacement/
https://twitter.com/criticaldfcmnt
https://www.reverbnation.com/criticaldfcmnt
http://www.metal-archives.com/bands/Critical_Defacement/3540382201
https://myspace.com/critical_defacement
Brutal Infection Records :
https://twitter.com/brutalinf_recs
https://www.facebook.com/BrutalInfectionRecord/
Sumber :
Comments (0)