Mengapa Musik Pop-Punk Tidak Pernah Mati?

Mengapa Musik Pop-Punk Tidak Pernah Mati?

Apa yang membuat musik ini sedemikian menarik sehingga mereka terus menemukan nafasnya?

Berangkat dari apa yang saya ingat, musik pop-punk merajalela sejak saya melek musik independen. Saat itu, band-band pop-punk merajai hampir seluruh pentas seni yang diadakan di beberapa sekolah. Tak hanya itu, penggemarnya pun tidak kalah fantastis jumlahnya. Mereka seperti halnya die-hard fans yang mengikuti setiap panggung dari band-band pop-punk di mana pun panggungnya dan sing along sepanjang lagu dimainkan.

Sempat meredup, hari ini pop-punk kembali ramai dan digandrungi anak muda, baik penggiat musik maupun penyukanya. Saya pribadi sudah tidak lagi mendengarkan pop-punk, dan beberapa di antara band pop-punk hari ini menjelma menjadi musik yang membosankan. Tetapi, saya berpikir kembali: mengapa pop-punk masih terus hidup hingga hari ini? Apa yang membuat pop-punk sangat menarik dan terus menemukan nafasnya?

Pada kenyataannya, musik pop-punk bisa dikatakan sebagai salah satu aliran musik yang cukup sederhana dan easy listening. Sangat mudah untuk mereka menyabotase memori yang kemudian menjadi earworm, bergumam dengan sendirinya dalam benak. Pemakaian kordnya pun terbilang mudah. Lirik yang diangkat berkutat di kehidupan sehari-hari, terutama cinta, dan terbilang ringan untuk dicerna. Para musisi pop-punk pun kerap kali tampil dengan mengedepankan unsur artificial yang membuat mereka cukup eye-catchy. Kadar pop sendiri cenderung lebih dominan ketimbang punk yang kadang hanya terwakili lewat tempo musiknya.

Akhirnya, saya menemukan bahwa pop-punk memang menjadi salah satu alternatif paling mudah dan cepat ketika seseorang ingin bermain band. Untuk beberapa penyuka musik pun, terutama mereka yang baru sadar akan musik, pop-punk hampir pasti menjadi bagian dari fase mereka sebelum kemudian bereksplorasi ke jenis musik yang lain. Rasa-rasanya adalah sah ketika mereka yang memilih pop-punk sebagai jalur bermusiknya adalah orang-orang penyalur aspirasi anak-anak pencari jati diri yang akhirnya dengan serta merta menjadikan musik mereka sebagai anthem di berbagai perjalanan hidupnya. Hanya saja, akan sulit untuk menjadi atau mencari fans yang loyal untuk band pop-punk, karena pasar mereka seringkali berganti seiring dengan regenerasi.

Adanya musik pop-punk sebenarnya cukup penting. Selain sebagai jembatan menuju eksplorasi musik yang lain, pop-punk bisa dibilang sebagai salah satu aliran yang mudah menghibur siapapun. Ruang musik sudah seharusnya berwarna, dan pop-punk bisa jadi pemberi warna cerah yang melebur dengan warna-warna lainnya. Meski memang, pemain musik pop-punk menjelma sebagai aliran musik “minim pergerakan” seperti penggiat musik di aliran yang lain, tapi tetap kehadiran mereka menjadi candu, terutama untuk sebagian besar ABG, dan apa yang dilakukan musisi pop-punk kerap kali dituruti, seolah menjadi trendsetter, karena apa yang mereka suarakan dan lakukan seolah-olah relatable untuk banyak orang.

Sumber foto : http://www.jzacrew.com

BACA JUGA - A Page About : Si Kuya Ngora Yang Mewakili Fase Rebel Kala Remaja

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner