Mengemas Ulang Karya ‘Emas’ Milik Pure Saturday Oleh Beberapa Grup Musik Lokal
Beberapa lagu emas milik Pure Saturday, kembali dimainkan oleh beberapa grup musik lokal. Dan bahkan, beberapa grup itu memasukannya kedalam daftar lagu di album mereka
Walau masa kejayaan Pure Saturday telah berakhir, tapi karya musiknya sampai saat ini masih dikenang. Di awal kemunculannya yang ditandai lewat album self titled, Pure Saturday sempat mengambil hati para penikmat musik di Indonesia, yang kala itu kerap dimanjakan oleh musik-musik bertarf major label. Sedangkan mereka, adalah sebuah band kecil pada era 90’an yang mengusung entitas indipenden, dan berhasil melirik perhatian major label semacam Aquarius Musikindo untuk merilis album keduanya. Apalagi kalau bukan album yang hanya dirilis kaset pita, dan harganya yang dibandrol cukup mahal dari harga awalnya itu oleh para reseller lokal, berjudul Utopia itu.
Selain Aquarius Musikindo, album pertama Pure Saturday juga pernah dirilis oleh Tantowi Yahya. Kala itu, Pure Saturday sebelumnya telah merilis album awalnya sebanyak 5000 kopi, dan beberapa bulan setelahnya bekerjasama dengan bernama Tantowi Yahya untuk merilis album pertamanya itu oleh label Ceepee Records. Bayangkan saja, seberapa kuatnya peran album itu yang menjadi kecintaan banyak orang lewat beberapa lagu didalamnya. Sebut saja seperti “Kosong”, “Desire”, “Coklat”, “Open Wide” dan lain sebagainya. Berlanjut pada beberapa tahun setelahnya, penggiat musik lokal pun mengapresiasi beberapa lagu milik Pure Saturday dengan mengkover ulang versi mereka. Bahkan memasukan lagu kover itu kedalam daftar lagu di salah satu albumnya. Inilah dampak kemunculan Pure Saturday. Penjamuran dari berbagai grup musik pun bermunculan di Indonesia. Mereka pun mengambil jalur pergerakan yang serupa, yaitu indipenden.
Berikut beberapa penggiat musik lokal yang telah berhasil mengkover lagu Pure Saturday :
Comments (0)