Menghadirkan Kembali Memoar Blues Dari Gugun Blues Shelter
Kepopuleran GBS terus naik seiring dengan banyaknya gigs yang mengundang mereka untuk tampil, baik itu didalam negeri ataupun luar negeri. Selain itu, ketiga personil GBS yang memang bisa dibilang punya kemampuan musik yang mumpuni, banyak menarik minat musisi lain untuk berkolaborasi. Sehingga GBS tidak hanya besar sebagai sebuah grup musik saja, tapi juga besar dengan nama para personilnya yang diperhitungkan, tidak hanya dikalangan penikmat musik blues saja, tapi juga dalam lingkup skena musik Indonesia pada umumnya.
Dalam konteks industri musik secara umum, atau biasa dikenal dengan istilah belantika musik Indonesia, GBS datang membawa angin segar dengan musik dan lagu-lagunya yang banyak menjadi hits. Lagu-lagu mereka yang meskipun hadir dengan komposisi musik yang tidak mudah dimainkan, namun uniknya terdengar enak untuk dinikmati. Seperti misalnya lagu mereka “set my soul on fire” atau “on the road”, yang meskipun ditingkahi dengan solo gitar maut Gugun, tidak menjadikan lagu-lagu itu menjadi “berjarak” dengan pendengarnya. Kolaborasi tiga personil GBS sukses menarik pendengar untuk tergerak mengikutinya dengan anggukan kepala, tanda setuju jika musik yang GBS bawakan enak didengar. Bukan hanya enak saja, namun juga mempunyai “bobot” musik yang berisi.
Seperti apa yang dikatakan Jhonny Winter diawal paragraph tadi. Lewat musik GBS kita akan menyadari jika blues akan terus ada, karena orang membutuhkan blues sebagai musik yang punya “soul”. Musik yang got something to say, musik yang ketika ingin menikmatinya tidak cukup dengan telinga saja, namun dengan hati dan rasa didalam diri. GBS hadir untuk memenuhi kebutuhan banyak orang akan musik yang punya “rasa” itu tadi.
Sumber foto : Official fanpage Facebook Gugun Blues Shelter
Comments (0)