Menghadirkan Kembali Memoar Blues Dari Gugun Blues Shelter

Menghadirkan Kembali Memoar Blues Dari Gugun Blues Shelter

GBS tidak hanya besar sebagai sebuah grup musik saja, tapi juga besar dengan nama para personilnya yang diperhitungkan, tidak hanya dikalangan penikmat musik blues saja, tapi juga dalam lingkup skena musik Indonesia pada umumnya.

"I think the blues will always be around. People need it." – Johnny Winter

Mengawali tulisan ini dengan kutipan dari Johnny Winter diatas, untuk kemudian sampai pada “wajah” musik Indonesia hari ini. Meskipun pernah digempur dengan trend musik yang seragam, dari mulai invasi musik pop melayu sampai trend boyband/girlband, toh nyatanya musisi yang memilih genre musik blues sebagai identitas musiknya tetap konsisten dan tidak pernah mati. Sebuah genre musik yang menurut Jimi Hendrix “easy to play, hard to feel” ini, menjadi yang paling relevan sebagai gambaran bentuk utuh sebuah komposisi musik dengan penjiwaan yang dalam. Makanya banyak orang yang tertarik dengan blues pada akhirnya bukan hanya menggemari saja, namun mendalami juga jenis musik ini.

Dari sekian banyak band/musisi yang konsisten memainkan blues ini, ditahun 2004 terbentuk sebuah band bernama The Blues Bug, yang dikemudian hari berubah nama menjadi Gugun Blues Shelter. Ditahun yang sama pula, tepatnya diakhir tahun 2004 Gugun Blues Shleter (biasa disingkat jadi GBS) merilis album perdananya Get the Bug, dengan formasi Gugun (Gitar/Vokal), Jono (Bass), dan Iskandar (Drum).

Sampai saat ini GBS terus progress dengan musik dan karirnya, yang mulai diperhitungkan sebagai band berpengaruh di Indonesia. Bahkan label rekaman asal New York, AS, Grooveyard Record tertarik merilis album studio kelima mereka yang bertajuk Solid Ground. Joe Romagnola dari Grooveyard Record sangat terkesan dengan lagu-lagu Gugun Blues Shelter, dan langsung menawarkan album dibawah bendera Grooveyard Records. Joe sendiri mengatakan jika dia belum pernah mendengar musisi blues Asia yang dapat disejajarkan dengan musisi barat.

Ada cerita unik soal perilisan album GBS di Amerika ini. Disana nama mereka diubah jadi Gugun Power Trio. Perubahan ini menurut pihak label dilihat dari sudut pandang pasar di Amerika Serikat. Namun nama Gugun Power Trio hanya dipakai di Amerika dan berbagai negara di Eropa saja. Ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka kembali dengan nama Gugun Blues Shelter. 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner