Mengulas Sepintas Perjalanan Tradisi Bhinneka Tunggal Ika Dari Jasad

Mengulas Sepintas Perjalanan Tradisi Bhinneka Tunggal Ika Dari Jasad

Semangat ini tak hanya berhenti di tahun 2014, melainkan 2015 pun menjadi tahun ketiga bagi BTI. Pada tahun ketiga gelarannya, BTI kembali membawa tema khusus yang kala itu mengambil nama East Lombok Death Fest 2015 akhir, serta mengingatkan kembali bahwa BTI tidak hanya sebatas orasi atau puisi semata melainkan menunujukkan penyampaian pesan lewat musik dan aksi. Mengingat tajuk kala itu dilaksanakan di Kota Lombok, Jasad selaku empunya tajuk acara tak lupa mengajak beberapa penggiat musik di kota tersebut untuk bantu memeriahkan acara BTI, sekaligus menjadi ajang bagi mereka dalam mempresentasikan karya musiknya kepada khalayak luas secara terbuka. Tak cuma itu saja, segelintir rangkaian kegiatan lain pun dilaksanakan oleh Jasad bersama teman-teman komunitas dari Lombok. Semacam melakukan eksibis hasil dokumentasi foto Jasad ketika melaksanakan program tur di benua Eropa bernama Bandung Blasting 2015, serta social movement pun tak luput dilakukan pada tahun itu.

Dari ketiga tahun gelaran tajuk BTI, semuanya memiliki satu pergerakan yang sama yaitu membudidayakan kultur lokal dengan musik. Akan tetapi, pergerakan ini sempat tersendat setelah tahun 2015. Tepatnya di tahun 2016 dan 2017, atau sudah dua tahun lamanya BTI tak diselenggarakan kembali oleh Jasad. Sejak hibernasi dalam kurun waktu selama dua tahun itu, Jasad mempunyai sebuah karya baru musik baru berjudul “Liman Soka”. Di lagu barunya itu, Jasad menggabungkan dua pedanan makna. Seperti Liman yang berarti Gajah atau Ganesha, yang mempunyai metafora sebagai hewan berilmu pengetahun tinggi. Lalu Soka yang bermakna duka cita atau kesedihan, digabung antara keduanya yang menimbulkan sebuag penggambaran Ilmu Pengetahuan yang sedang bersedih melihat kondisi Bangsa Indonesia saat ini.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner