Mengulas Transisi dan Karakter Musik Fuzzy, I
Ada kesamaan antara musik Wasted Boys Project dengan Fuzzy, I ?
Egy : Bisa dibilang nggak ada sih. Soalnya kalau dibandingkan dengan Wasted Boys Project, kita waktu itu cenderung mainin musik-musik Emo/Skramz semacam Touché Amor atau nggak kayak La Dispute. Sama ada beberapa unsur Post-Metal gitu sih. Dan di Fuzzy, I musik itu nggak kita pakai.
Dan kenapa kalian merubah benang merah musiknya ketika di Fuzzy, I ?
Egy : Kenapa ya, lebih ke pengembangan aja sih. Karena kalau di Wasted Boys Project itu cuma saya dan Mufti aja, ketika Fuzzy, I itu ada personil baru yaitu Kiki dan Erdi. Jadi secara mood-nya juga udah beda sama idenya juga udah lebih rock alternatif 90-an. Makanya kita rubah aja warna musiknya di Fuzzy, I ini.
Di Fuzzy, I kalian juga sempat rilis EP yang judulnya ‘Neonato’, bisa diceritakan tentang bagaiman proses penggarapannya ?
Kiki : Kita ngerjain materi buat mini album itu di tahun 2016 awal. Terus sering-sering latihan dan kita banyak bikin materi itu pas didalam studio, jadi proses kreatifnya kita banyak di studio. Sebelum masuk studio, biasanya anak-anak ada yang punya materi mau digarap, yaudah kita garapnya pas didalam studio. Jadi langsung tembak di studio.
Egy : Kalau Neonato, proses perilisannya waktu itu kita ketemu di internet sama salah satu label dari Jakarta, namanya Leeds Records. Dan kita sempat jadi rooster mereka juga waktu itu. Udah gitu, artworkernya hasil foto dari Robi. Tapi kalau proses pengerjaannya benar kayak kata Kiki, kita banyak garapnya pas di studio. Kalau ada materi baru langsung direkam, makanya prosesnya itu terbilang cepat juga sih. Kalau pengerjaan full ya kurang dari satu tahunan buat Neonato.
Kalau dari Neonato sendiri kan juga sempat ada single, kalau boleh tau ceritanya tentang apa ya ?
Egy : iya, kita sempat rilis single waktu itu judulnya “Naivety” sekaligus sama video klipnya. Kalau cerita di lagunya secara pemaknaan, baik dari judul maupun penulisan liriknya, tingkat kepedulian akan suatu hal masih rendah banget dari saya sebagai penulis liriknya. Jadi, selama dari nada gitar, bass, drum yang saya suka. Saya butuh kata-kata untuk nada vokal, tapi itu semua nggak ada isinya sama sekali. Tapi kalau untuk video klip di lagu itu, itu pure dari Hafidz Maulana yang mengiplementasikan musik kita seperti apa menurut dia. Makanya video klip katanya musik Fuzzy, I itu didibikin video klip footage sama dia.
Mungkin saya akan nanya tentang musikalitas. Seperti apa benang merah musik Fuzzy, I dan bagaimana eksplorasi yang kalian lakukan. Apakah dari internet atau seperti apa ?
Egy : Waktu awalnya band ini terbentuk sederhana mungkin ya dengan band-band lainnya. Yaitu kita nentuin musiknya seperti apa dan lain sebagainya, dan waktu itu juga kita memang lagi sering mendengarkan musik-musik alternative rock 90-an. Semacam Jesus Lizard, Nirvana, Melvins dan lain-lain. Dari situ kita bawa ke studio, dan dicampur sama Mufti, malah musiknya nggak sesuai sama band-band yang barusan saya sebutin. Jadi sebenarnya kita juga bingung benang merah musik kita dimana. Walaupun kita sempat melabeli diri kita noise-rock, tapi itu cuma penamaan aja. Dan nggak sesuai target ternyata. Mungkin karena pada proses penggarapannya kita selalu gabungin referensi tiap personil Fuzzy, I jadi susah memetakan musik kita ke arah mana.
Comments (0)