Mengulas Transisi dan Karakter Musik Fuzzy, I

Mengulas Transisi dan Karakter Musik Fuzzy, I

Campurannya seperti apa, yang musik sekarang aja contohnya ?

Egy : Kalau mood dari warna, musik kita itu hitam.

Kiki : Iya dari warna sih, terus dari cara berpakaian, terus branding di internet ya semacam itulah (tertawa).

Alyuadi : Jadi waktu saya masuk di 2017 menggantikan Erdi. Waktu itu memang saya lagi suka dengan musik techno dark. Ya, semacam The Soft Moon dan beberapa musik-musik techno dari Berlin. Terus saya juga suka sama Codex Empire. Terus saya fikir kalau musik dark techno ke musiknya Fuzzy, I sekarang. Tapi tetap nggak bisa saya mainin gitar kayak gitu, soalnya part-nya saya nggak ngerti.

Egy : Mungkin sama juga kayak waktu kita pengen alternative rock 90-an, tapi Mufti nggak bisa mengimplementasikan itu. Jadi dia juga memodifikasi lagi, apalagi musik Fuzzy, I kan dominannya muncul dari suara gitar. Pada akhirnya kalau dark techno atau dark wave cuma jadi vibe aja di band ini, yang nggak bisa diimplementasikan penuh tapi bisa menutup beberapa bagian musik Fuzzy, I.

Terus Egy juga menggunakan vokal delay dibeberapa lagu Fuzzy, I. Itu memang sudah lama atau baru digunakan sekarang ?

Egy : Itu baru sekarang sih, karena kebutuhan musik yang di set-nya memang seperti itu. balik ke techno tadi lagi, kita kan pas masuk Alyuadi memang pengen ada unsur technonya. Terus, pengaruhnya juga banyak saya lihat di dunia dakrwave atau dark techno dan menurut saya boleh dicoba. Kalau menurut saya memang ada karakternya musik Fuzzy, I ke aliran itu tapi semuanya balik lagi tiap referensi masing-masing personilnya. Sama mereka kalau setiap main musik, punya gayanya tersendiri.

Secara harfiah ya, musik kalian itu menurut kalian sendiri mirip kayak band apa musiknya ?

Alyuadi : Waduh, susah sih.

Egy : Mungkin kalau kami memainkan dark techno atau darkwave, musiknyakan cenderung lebih repetitif atau despaire. Penyusunan itu kurang pas sama Fuzzy, I makanya musik kita nggak terlalu mengacu kesana. Cuma ada beberapa unsurnya aja kita ambil, nggak semua. salah satunya delay yang saya pakai untuk efek vokal. Sama kami juga ingin menembus pakem-pakem musik yang repetitif itu dengan ciri khas gaya bermain musik kami. Balik lagi ke pertanyaan ke band apa yang serupa dengan musik kami, mungkin Daughters tapi materi-materinya yang baru sekarang soalnya kalau awal musik mereka math core banget.

Alyuadi : Terus ada Model/Actress. Itu band baru si sebenarnya, dan kita diging aja dan merasa musik mereka serupa dengan musik kami. Tapi nggak keseluruhan, cuma beberapa part doang yang mirip sama musik mereka. Soalnya kita sendiri susah nentuin atau melabeli band kita sendiri dengan genre apa, mungkin dari semua itu musik kita black / post-punk (tertawa).

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner