Mengupas Forgotten dari Mata Sang Drummer

Mengupas Forgotten dari Mata Sang Drummer

Mengapa Memilih Zalu?

Pertanyaan ini dilontarkan pada Addy Gembel, sebagai salah satu yang tahu betul pertimbangan Forgotten untuk merekrut Zalu. Karena penjelasannya lumayan panjang, saya buat sesi ini menjadi dialog.

Addy Gembel: “Awalnya dari Toteng sih. Dia kan banyak kerja di studio dan sering terlibat dengan banyak band, jadi dia yang punya sense. Kayak dulu, dia nemu Rifky justru ketika RIfky rekaman sama band pop. Toteng naksir karena main drumnya benar, mukulnya benar, ngisi partiturnya benar. Nah, kejadiannya sama kayak zalu. Toteng itu tahu mana yang bagus untuk band dia.”

(“Saat itu memang tidak ada pilihan lain selain Zalu?”)

Addy Gembel: “Banyak, cuma mereka tuh drummer “udah jadi”, dan kita gak pingin kayak gitu. Kita pingin nge-create seseorang yang memang pada akhirnya bisa menemukan karakternya sendiri di band ini, yang bisa matching ke karakter band dan dia harus berusaha ke situ. Banyak drummer yang dikeceng, tapi si Toteng bilang kalau dia “udah jadi”, akan lebih susah lagi. Pengalamannya dulu kayak Hendra. Susah untuk ngerubah dia dan masuk ke karakter musik Forgotten. Lain ketika pengalaman bareng Abah, waktu itu dia berangkat dari bawah dan dia benar-benar ngasih fondasi musik ke si Forgotten. Rifky juga, saat itu dia “belum jadi” dan bisa ngasih warna baru. Makanya, alasan kenapa milih Zalu ya karena dia “masih hijau”, masih mudah untuk diarahkan.”

(“Ibaratnya gini, ketika kita makan buah yang udah matang, itu akan lebih manis ketimbang buah yang masih mentah. Begitu pun ketika ngomongin personil. Memang apa susahnya bekerja sama dengan drummer yang udah jadi?”)

Addy Gembel: “Kita tuh pingin siapa pun personil yang pegang alat mesti bisa ngasih warna ke si bandnya. Maksudnya, perjalanan album kita tuh kan ketika hadir orang baru dan dia yang kasih warna baru…

(“…emangnya drummer yang udah jadi itu gak bisa ngasih warna baru?")

Addy Gembel: “Gak bisa. Contohnya, Hendra itu tadi. Dia gak bisa, makanya gak jadi album, karena susah buat ngeblend sama musik kita. Mainnya bagus, terlepas dari tempo dia yang selalu lari, karena dia terbiasa main black metal dan musik-musik brutal death. Tapi, ya itu, untuk bikin album sama dia itu masih ragu. Sudah dicoba, tapi gagal. Makanya, kejadiannya baru sama Rifky, itu pun jalan beberapa tahun. Zalu sih beruntung, prosesnya cepat karena daya tangkap dia lebih cepat. Dia punya basic death metal, jadi lebih cepat paham. Nah, Rifky kan gak ada basic death metal, makanya prosesnya lebih panjang ke Laras Perlaya. Rifky mulainya dari nol. Kayak misalnya teknik hypercan, dia punya karakter ganti-ganti tangan, kanan kiri. Padahal, itu akal-akalan karena dia memang tidak terbiasa, tangannya gak kuat, pernah punya cedera. Tapi, memang Toteng bilang teknik ini gak selalu bisa dipakai, apalagi kalau rekaman. Kedengaran bedanya, karena kekuatan tangan kanan dan kiri itu beda. Meskipun hari ini teknik itu malah jadi tren dan diikuti banyak drummer.”

("Kesulitan menghadapi Zalu?")

Addy Gembel: “Sebenarnya saya, Toteng dan Gan Gan tuh sempat berdebat. Kita mikir how to treat Zalu, terutama supaya dia gak nervous di panggung. Beberapa panggung dia salah di tengah lagu. Si eta poho, ngeblank, terus eureun (dia lupa, nge-blank, dan diam). Gak tahu sih, mungkin dia lihat antusiasme penonton, adrenalinnya jadi berlebihan.”

Zalu: “Sok aja tanyain ke Putra (Burgerkill) atau Oki (Jasad). Mereka pernah cerita di panggung-panggung awal mereka benar-benar "gelap". Kirain Zalu doang, ternyata ketika sharing sama “anak-anak baru” memang begitu, apalagi drummer, karena semua patokannya dari drum.”

Zalu kemudian bercerita bahwa ia juga mengalami beberapa tanggapan miring dari orang-orang (si komentator setia). Bahkan, Rifky13 juga menyampaikannya pada Zalu, bahwa banyak yang membanding-bandingkan dia dengan Zalu. “Ada lah yang bilang lebih baik drummernya si anu lah, si anu lah. Tapi, A Rifky juga nyaranin untuk gak nanggepin itu. Jadi, yo wes lah gak saya dengar,” tanggap Zalu.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner