Mengupas Lirik Lagu Lentera Jiwa Milik Nugie
Lewat lagunya Nugie ingin berpesan agar jangan takut untuk mengikuti kata hati, dan bebas ingin menjadi apa saja. Bernyanyi lah jika kamu ingin menjadi penyanyi. Melukis lah jika kamu ingin jadi pelukis, atau apapun yang menjadi pilihan hidupmu
Sebuah kutipan lirik dari lagu berjudul “Lentera Jiwa” yang dinyanyikan oleh Nugie. Bercerita tentang pandangannya yang percaya jika suara hatinya itu harus dia dengarkan, sebagai penuntun jalan dia menemukan apa yang dia cari, agar dia bahagia dengan hidupnya. Suara hati Nugie selalu berkata jika bermusik dan bernyanyi adalah hal yang sangat ia cintai sebagai passion, dan jalan dia menemukan kebahagiaan.
Jika nugie menemukan passion-nya di bidang musik, maka apa kita sudah menemukan passion kita di bidang apa? Apa hal yang membuat kita bahagia ketika kita melakukannya. Apakah ketika kita sedang menggambar, bermusik, menulis, atau bahkan ketika kita membuat film?
Kadang karena sebuah tuntutan, atau karena kita nya sendiri yang mempunyai rasa skeptis duluan dengan bidang yang kita sukai bisa diandalkan untuk menunjang hidup, kita kadang kalah dan menyerah dengan keadaan, dan akhirnya tidak mengikuti kata hati yang berbicara ingin menjadi apa kita. Adanya paradigma umum jika hidup (atau dalam hal ini konteksnya bekerja) tidak harus mengikuti apa yang jadi passion, di bidang yang kita suka. Kebanyakan orang enggan memperjuangkan apa yang sebenarnya ia sukai, untuk bisa dia andalkan sebagai mata pencaharian dia. Jadi ya, ambil cepatnya saja, seperti jadi karyawan dengan rutinitas pagi sampai sore setiap harinya, dan dapat upah, walaupun kerjaan itu tidak dia suka. Kebanyakan orang jadi lupa dengan mimpi yang ingin dia wujudkan untuk jadi seseorang yang dia inginkan.
Itu contoh kecilnya saja, yang tanpa mereka sadari jika mereka justru tidak menjadi diri mereka sendiri, dengan tidak mengikuti kata hatinya, yang sebenarnya menolak melakukan pekerjaan yang mereka jalani, dan terpaksa melakukannya hanya karena tuntutan materi untuk menunjang hidupnya. Akhirnya jadi banyak yang tidak total dalam pekerjaannya. Contohnya saja, seorang pegawai sebuah perusahaan menjadi malas-malasan dalam bekerja, karena merasa apa yang dia lakukan dalam pekerjaannya bukan bidang yang dia suka. Mungkin sebenarnya dia ingin melakukan pekerjaan lain yang sesuai dengan minat dan bidangnya, namun ya itu tadi, ketika ada perasaan skeptis terhadap dirinya sendiri, dia malah justru tak memilih passion nya dalam bekerja. Karena ada perasan ragu-ragu apakah hal yang dia sukai itu akan sejalan dengan hasil yang akan dia dapatkan, terutama untuk urusan materi.
Padahal sebenarnya tidak ada satupun hal yang sia-sia jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Harusnya tidak ada satu pandangan pun tentang suatu profesi/kerjaan, yang beranggapan jika kerja kantoran akan lebih baik, dibanding dengan pekerjaan sebagai seniman, ataupun sebaliknya. Selama pekerjaan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh semuanya akan berimbas baik kepada kita yang melakukan kerjaan itu.
Lewat lagunya Nugie ingin berpesan agar jangan takut untuk mengikuti kata hati, dan bebas ingin menjadi apa saja. Bernyanyi lah jika kamu ingin menjadi penyanyi. Melukis lah jika kamu ingin jadi pelukis, atau apapun yang menjadi pilihan hidupmu. Mau jadi pengusaha, pelukis, atlit atau bahkan supporter sepakbola profesional (kalaupun ada profesi seperti itu), kenapa tidak?
Kerjaan yang baik adalah pekerjaan yang membuat kita senang ketika melakukannya. Hasilnya pun jadi tidak setengah-setengah, karena kita bisa total di bidang yang memang kita sukai, dan kita pilih sebagai kerjaan/passion kita.
Maka sekali lagu Nugie bertanya, “sudahkah anda menemukan lentera jiwa anda?”
“Biarkan ku mengikuti suara dalam hati yang slalu membunyikan cinta // kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku, lentera jiwaku”
Sumber foto : http://photo.kontan.co.id
Comments (0)