Menyimak Cerita Addy Gembel di Jalur Off-Road
Foto diambil dari akun Instagram Rebel Dirt Bike (@rebeldirtbike)
Addy Gembel bercerita tentang jalur off-road yang dilalui anggota Rebel Dirt Bike selama dua hari di Tasikmalaya dan Garut.
Ada beberapa hal menarik yang dialami para crosser dari Rebel Dirt Bike ketika menjalani rangkaian acara DCDC x Rebel Dirt Bike "Raining Blood". Meski ini bukan kali pertama mereka melibas tanah-tanah tanpa aspal, tetap saja ada tantangan tersendiri yang harus mereka hadapi selama perjalanan. Bermodalkan 1% skill 99% music, nyatanya mereka memang masih selamat dan bernafas hingga hari ini.
Cerita Addy Gembel
Hari pertama itu jalurnya sangat ekstrim. Tanahnya basah, single track, di tengah hutan dan gunung, dan semuanya perlu ditempuh dengan membawa motor secara technical. Ada tiga kloter yang berangkat, dan anggota di masing-masing kloter mengalami kendala. Makanya, perjalanan hari pertama sangat lambat karena kita saling tunggu. Beberapa dari kami, termasuk saya pun mengalami cedera. Karena jalurnya sangat panjang dan sulit, akhirnya memang kami tarik mundur. Kami gak sampai titik akhir yang ditentukan, karena memang jalurnya makin sulit, waktu sudah terlalu molor, dan keadaan anak-anak kayaknya udah gak memungkinkan.
Untuk hari kedua, jalur yang ditempuh gak terlalu berat. Kami lewat pesisir pantai, beberapa muara, dan di akhir adalah ladang rumput yang banyak sapi lengkap dengan gembalanya. Kendala terbesar sebenarnya ada di cuaca. Panas, kering, gak ada angin sama sekali. Beberapa motor juga sempat trouble karena kemasukan air. Akhirnya, kami harus nunggu beberapa teman di bawah matahari yang terik banget. Kami sampai berteduh di bawah bayangan helm yang ditaruh di stang motor, atau menutupi kepala dengan jersey.
Track di hari kedua cenderung lebih variatif. Basah, kering, single track, double track, semua ada. Hanya saja, karena kami lewat jalur-jalur yang ada airnya, memang ada beberapa tempat yang harus “tepat perhitungan”. Ada salah satu anggota yang nyebrang muara dan gak lihat dulu arus air. Kami kan memang harus ngira-ngira, kapan air datang dan kapan dia balik ke laut, orang ini gak hitung itu. Dia hajar aja jalurnya. Hasil akhirnya, motornya kena ombak sampai jatuh, dan dia harus dievakuasi karena motornya gak bisa nyala. Aries (Kaluman) juga salah satu yang harus dievakuasi. Sisanya memang ada yang mogok tapi masih bisa diselamatkan mekanik.
Comments (0)