Merayap Keluar Hardcore Pangkalan Bun Kalteng
Kota kecil seperti Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah tidak disangka menyimpan potensi hebat dalam pergerakan musik arus samping, terutama jenis musik hardcore.On The Roots, itu nama mereka, ketika mencoba merayap keluar pelan tapi pasti dari daerah tempat mereka pertama kali memainkan musik jenis ini.
Walaupun nama mereka masih kurang terdengar bagi komunitas-komunitas musik hardcore tanah air, tapi lewat vokalis mereka yang pernah memiliki peran penting dalam perkembangan musik hardcore daerah istimewa Yogyakarta pada medio 90-an, lewat sebuah band bernama Something Wrong, mungkin akan sedikit me-refresh ingatan para hardcore kids 90ies yang tumbuh besar di era tersebut.
On the Roots sendiri berdiri tepat di tanggal 27 Maret 2011, iseng-iseng seorang Arief aka Beler yang masih tergabung dalam band Burning Blood, bernafsu membuat side project lain bergenre Hardcore. Nah untuk mewujudkan ‘nafsu’, Beler lants mengajak Latu (Ex-Something Wrong), yang sebenernya Latu sudah males dan vakum lama dari kegiatan bermusik, namun dengan bujukan dan rayuan seorang Beler, Latu pun bersedia mengisi departemen vokal yang menjadi keahliannya.
Setelah Latu bergabung, beberapa member dari komunitas bawah tanah Pangkalan Bun, seperti Robbie (40KM) mengisi posisi bas, Hady (Bangkit) sebagai gitar 1, lalu Lebon yang juga personil Bangkit di gitar 2. Beler sendiri mantap di posisi penjaga tempo, pada drum. Namun formasi awal ini tidak bertahan lama, karena Hady harus pulang ke kampung di Pontianak, serta beberapa personil yang merupakan personil tetap band sebelumnya, posisi kosong Hady kemudian digantikan oleh Hendra (Burning Blood), dan semeentara waktu, Robbie juga digantikan oleh Rio (Bangkit). Sampai pada akhirnya, posisi terkahir adalah Latu (vocal), Hendra (lead guitar), Lebon (guitar), Robbie (bass), dan Beler (drum)
Dari segi inspirasi bermusik, On The Roots menetapkan posisi teratas pada band thrash metal legendaris asal Brazil, Sepultura. Nama Pantera dari sisi selatan Amerika, pun juga New York Hardcore Madball masuk dalam jajaran inspirasi mereka. Sedangkan ranah musik lokal yang menjadi panutan On The Roots, seperti Outright, Serigala Malam, Puppen, Seringai dan masih banyak lagi.
Suatu masa, On The Roots ingin sekali merampungk sebuah album penuh, namun kabar tersebut terdengar oleh rekan-rekan berbendera komunitas bawah tanah Pangkalan Bun, yakni Pangkalan Bun Metal Force (PMF). Sehingga niat melepas album penuh urung dilakukan, atas dasar setia kawan , On The Roots tergabung dalam sebuah kompilasi bertajuk Pangkalan Bun Ribut #1 Compilation, bersama-sama dengan Sembilan band yang bernaung dalam PMF.
Seiring dengan berjalannya waktu, bongkar pasang personil pun terjadi lagi, dengan Formasi akhir dari On The Roots saat ini Latu ( vocal ), Elmo ( gitar ), Wahdan kocan ( bass ) & Arif beler ( drum ) dan On The Roots pun, sampai dengan artikel biografi ini rampung dan dibaca oleh coklatfriends, mereka tetap akan berjuang di jalur musik hardcore, dan ikut serta meramaikan kancah musik arus samping Indonesia, siap maju pantang mundur.
Song list :
Freedom (Kompilasi Pangkalan Bun Ribut #1)
Kami bukan Anjing (Kompilasi Struggle Continues Palangka Raya)
Sumber tulisan :
Foto : http://www.pasukanjihad.info
Comments (0)