Metal Adalah Media Stabililisasi Emosi

Sejak kemunculan pada medio 1970-an, musik metal memang kerap dicap sebagai aliran musik yang membawa pengaruh buruk bagi kalangan muda. Bahkan beberapa kritikus di Amerika, di masa itu menyebut bahwa musik metal adalah musik yang tak lazim untuk didengar. Lebih parahnya lagi terdapat sebuah artikel yang menyebut bahwa musik metal itu sakit, menjijikan, dan berbahaya.
Bahkan Tipper Gore (Istri dari mantan Wapres Amerika Serita – RED) pernah memimpin para orang tua di Amerika untuk menyensor musik metal, dengan sebuah label peringatan, yang kita kenal dengan sebutan “Parental Advisory”.
Memang musik metal dengan iramanya yang terdengar beringas, lalu sound dengan distorsi yang memacu adrenalin mampu membuat aliran darah berderas kencang. Sekilas memang musik metal terlihat begitu membahayakan, namun anda patut berpikir ulang jika ingin menghakimi secara subjektif musik metal adalah musiknya kaum bar-bar. Karena kini telah ditemukan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa penggemar musik metal lebih pandai dalam meredam emosi negatif dalam diri mereka. selain itu mereka pun akan lebih ekspresif dalam meluapkan kemarahannya, melalui media musik.

Stuart Cadwallader, adalah orang yang telah melakukan penelitian yang mungkin akan membuat Tripper Gore menyesal, karena telah melakukan penyensoran terhadap musik metal. Kepala Peneliti dari Warnick University ini melakukan penelitian dengan melibatkan 1.057 murid dari usia antara 11 dan 18 tahun dari sekolah National Academy di Amerika. Semua responden diteliti dengan cermat dari mulai hubungan bersama keluarga keluarga, perilaku di sekolah, bagaimana mereka menghabiskan waktu santai, musik kesukaan, dan jenis media yang mereka konsumsi.
Dan ternyata hasil penelitian ini, benar-benar diluar perkiraan banyak pihak. Mungkin sebagian anda percaya bahwa musik klasik dapat meningkatkan kecerdasan dan menunjang intelijensi yang tinggi pada anak. Namun, melalui penelitan ini stigma tersebut salah besar. Karena hasil penelitian ini menyebutkan, bahwa dengan mendengarkan musik yang keras dan agresif, mereka bisa keluar dan lepas dari rasa frustrasi dan kemarahan.

Di sini berhasil dibuktikan bahwa musik metal atau cadas juga bisa meredakan situasi hati atau mood yang sedang buruk. Ternyata sebelum adanya penelitian ini pun telah dibuktikan, bahwa banyak musisi aliran metal yang ternyata memiliki tingkat intelijensi tinggi salah satunya adalah vokalis Iron Maiden, Bruce Dickinson, yang selain sebagai musisi, ia pun juga berprofesi sebagai novelist dan seorang pilot berlisensi penerbangan komersial.
Namun ternyata, sama halnya dengan aliran musik lain, aliran musik metal pun memiliki pengaruh negatif pada pendengarnya. Menurut Stuart, studi mereka yang menikmati musik heavy metal cenderung mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman mereka. Dan mereka menjadikan musik sebagai media ‘keterbukaan’. Sebagian besar murid mengatakan mereka tidak mempertimbangkan untuk menjadi penganut Metal sejati tapi musik heavy metal memahami aspek spesifik kebudayaan pemuda saat ini.
Inilah sedikit ulasan kami mengenai penelitian yang menyebut bahwa musik metal memiliki pengaruh positif dalam menstabilkan emosi, percaya atau tidak, tapi musik yang kalian dengar (terutama musik metal) selama ini memang berpengaruh banyak terhadap stabilisasi emosi kalian. Cheers, sekian ulasan dari kami.

Photo : Google Image
(Septian Nugraha)
Comments (0)