Mini Album Review : Persembahan Sirocka Lewat Olah Tata Suara Renyah Dalam Lagunya
Mungkin satu kata yang bisa merangkum warna musik band ini adalah kata ‘renyah’. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat band ini cukup jeli dalam melukis karakter suara yang diolah sedemikian rupa, sehingga terjalin balancing yang selaras, pada teknis produksi rekaman lagu-lagunya
Pada lagu Sirocka yang berjudul “Terserah”, beberapa riff gitar yang dimainkan cukup terasa dominan, dan sedikit mengingatkan pada lagu-lagu Paramore era album awal mereka, namun uniknya disajikan dengan karakter vokal laki-laki. Dua sisi gitar yang mengisi ruang komposisi musiknya ini saling berbagi peran, dintara sajian riff-riff distorsi yang punya ritme yang cukup “menggigit”, bersebelahan dengan isian melodi yang disimpan menjadi backing, menghasilkan harmoni menarik.
Lanjut ke lagu berjudul “To Telling I Love You”, yang dibuka Sirocka oleh tingkah gimik olah tata suara delay, dan sedikit bereksplorasi dengan sentuhan string section, yang ditempatkan menjadi suara latar dalam bangunan musiknya, yang terdengar sayup dengan porsi yang pas, bahu membahu bersama dengan pola suara gitar delay, membangun dimensi ruang berlapis di intro lagu ini. Sedangkan patahan pola distorsi tipis yang ada pada lagu ini seakan menjadi benang merah dari pola musik Sirocka, seperti juga terdapat di lagu lainnya di mini album ini.
Mungkin satu kata yang bisa merangkum warna musik band ini adalah kata ‘renyah’. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat band ini cukup jeli dalam melukis karakter suara yang diolah sedemikian rupa, sehingga terjalin balancing yang selaras, pada teknis produksi rekaman lagu-lagunya. Tidak hanya di lagu “Terserah”, dan “To Telling I Love You” saja, pada lagu “So wonder” pun kerenyahan itu masih terasa, bahkan pada intro awal lagu ini, ketika itu diwakili oleh pola ritmis yang solid dari permainan drum di lagu ini.
Untuk isian lagunya sendiri, Sirocka masih berkutat tentang lika-liku asmara, dan problematika diantaranya. Satu yang cukup membantu lagunya tidak terdengar ‘chessy’, salah satunya oleh karakter vokalis yang masih terdengar gagah, meskipun liriknya berkutat perihal dilema gagal ‘move on’. Selain itu, patahan distorsi yang sesekali menggigit pun cukup membantu band ini terhindar dari label ‘band cengeng’ , jika itu dikerucutkan pada isian lagu-lagunya. Tapi itu seakan ‘termaafkan’ lewat olah tata suara yang dikemas apik, yang dalam hal ini mengarah pada teknis produksi mini album ini, seperti untuk urusan mixing nya.
Sumber foto : Official facebook Sirocka
Comments (0)