Mini Album Review: Revenge The Fate - 'Awakening'
"Katarsis" menjadi track pertama pada EP ini. Sejak petikan gitar beserta efek dimainkan di awal lagu, atmosfer yang gelap kontan terbangun. Tak lama setelahnya, instrumen lain turut menghantam kencang, saling tumpang tindih menciptakan musik yang rapat. Anggi, yang lebih memilih mendominasi vokal dengan teknik growl berperan besar dalam memperkuat nuansa yang sejak awal sudah dibangun. Sisipan melodi gitar yang rumit dan latar suara yang diciptakan dari sampling juga ambil bagian. Belum lagi, permainan instrumen drum yang memberondong sepanjang lagu membuat "Katarsis" jelas membuka Awakening dengan sajian yang penuh nutrisi.
Tak jauh berbeda di track kedua, "Frail". Meski secara tempo tidak secepat "Katarsis", namun tetap lagu ini membuat panas telinga. Pola permainan break down di tengah lagu dan sedikit jeda menuju akhir lagu semacam memberi ruang untuk kita bernafas sejenak. Tidak untuk waktu lama, karena Revenge The Fate jelas tidak berniat untuk memberi ampun.
Lagu ketiga adalah "Continuous". Semacam jadi "peringatan", teror sejak lagu sebelumnya memang dilanjutkan di sini. Seperti dua lagu sebelumnya, lagu dibuka dengan harmonisasi gitar dan disambut riuh permainan instrumen lain. Nada-nada berat dan rendah berkat senar tujuh dan delapan pada gitar dan senar lima pada bas yang dipakai terdengar jelas. Melodisasi gitar juga kembali terdengar di tengah lagu, memainkan nada-nada minor yang ditonjolkan dengan dilatari suara sang vokalis yang sedang merapal. Sedikit banyak, "Continuous" mengingatkan pada karya Revenge The Fate di album sebelumnya. Hanya saja, kembali lagi, Awakening menawarkan sesuatu yang baru, memperlihatkan kapabilitas Revenge The Fate yang makin matang.
Lagu selanjutnya adalah "Enormity". Pada track ke-empat ini, dinamika Revenge The Fate makin terdengar. Di tengah lagu, mereka menyisipkan pola vokal macam choir, paduan dari clean vocal dan teknik throat singing, memberi sedikit kemungkinan untuk bisa dinyanyikan oleh para Colony ketika menyaksikan Revenge The Fate tampil secara live. Suara kibor yang minor juga sarat terdengar pada lagu ini, makin membangun citra seram dan horor. Tempo yang dinamis juga disajikan dengan sangat apik dalam lagu ini, nyaris tanpa cela.
Awakening ditutup oleh "Paranoid". Sekali lagi, inilah lagu yang membuat saya berharap banyak pada Awakening. Nyatanya, bisa dibilang saya memang tidak salah kira. Lagu ini semacam menjadi spoiler bahwa banyak eksplorasi baru yang bisa kita temukan pada materi terbaru Revenge The Fate. Para personil semacam tak ragu-ragu untuk saling unjuk kemampuan, makin berani untuk "bermain-main" dan "bersenang-senang". Setiap bagan dan permainan musiknya benar-benar menunjukan bahwa penggarapan materi teranyar Revenge The Fate memang diramu sedemikian rupa, tidak menjadi EP yang "sekadar jadi".
Comments (0)