Mini Album Review: Revenge The Fate - 'Awakening'

Mini Album Review: Revenge The Fate - 'Awakening'

Foto didapatkan dari Instagram Revenge The Fate.

Berjeda empat tahun pasca Redemption, Revenge The Fate akhirnya menelurkan sebuah mini album dengan tajuk Awakening. Terdapat lima buah lagu yang disertakan, termasuk "Paranoid" yang sudah dirilis terlebih dahulu.

"Siapa yang hari ini tidak kenal Revenge The Fate?" Jika pertanyaan ini dilontarkan sekitaran tahun 2009-2013, sepertinya akan banyak yang mengacungkan jari, meski sebenarnya mereka resmi terbentuk di tahun 2009. Nama mereka total melejit setelah merilis album perdananya, Redemption di tahun 2014. Album ini yang mengantarkan mereka ke jajaran grup musik dengan penggemar paling banyak, bisa juga dikatakan sebagai band yang "memperkenalkan" deathcore dengan lebih luas. Meski pasti ada band yang memainkan musik deathcore sebelum Revenge The Fate (di Indonesia), rasanya kita perlu mengakui bahwa merekalah yang membuat istilah tersebut menjadi lebih familiar di telinga pendengar musik cadas.

Selain karena Redemption menawarkan hal baru di tengah musik ekstrim, mereka juga mengemas pesta perilisannya dengan cerdik, di mana mereka merayakannya dalam format festival dan mengundang beberapa kawan band yang sudah "punya nama" di ranah musik independen, seperti Burgerkill, Jasad, Rosemary, Don Lego dan lain-lain. Hal ini berdampak pada kemudahan penyebaran informasi, mengingat band-band (selain Revenge The Fate) tentu mengundang banyak massa yang pada akhirnya juga turut "sadar" tentang hadirnya Revenge The Fate, tanpa mengesampingkan pesona dari Revenge The Fate itu sendiri.

Pasca Redemption, Revenge The Fate beberapa kali menelurkan karya. Yang terbaru adalah sebuah EP dengan titel Awakening, dirilis pada 10 November 2018. Mereka kemudian menyelenggarakan pesta perilisan tanggal 2 Desember 2018 di Spasial, Bandung tanpa mendapat "amunisi tambahan" seperti yang mereka lakukan empat tahun silam. Mereka lah yang menjadi penguasa panggung, berinteraksi langsung dengan Colony. Ternyata, hari ini mereka memang sudah membentuk pasarnya sendiri. Menjadi satu-satunya band yang tampil tidak serta merta membuat area depan panggung menjadi kosong, karena jumlah sekaligus loyalitas dari Colony sudah semakin menguat.

Tapi, bukan tentang penyelenggaraan konser tunggal yang akan menjadi fokus di sini. Mari kita membahas tentang karya Awakening, sebuah bentuk pengejawantahan tentang bangkitnya Revenge The Fate setelah menghadapi dinamika, salah satunya ketika Cikhal tak lagi ada dalam tubuh Revenge The Fate. Kehadiran Mow dan Gery di lini gitar tentu memengaruhi bagaimana materi Revenge The Fate terkini, tanpa mengesampingkan peran personil lain yang tetap bertahan. Jadi, bagaimana hasilnya kali ini?

Terdapat lima buah lagu dalam Awakening, yaitu "Katarsis", "Frail", "Continuous", "Enormity" dan "Paranoid". Dari lima buah lagu ini, satu yang sudah saya dengar sebelum konser tunggal adalah "Paranoid", dan lagu ini total mengubah pandangan saya tentang Revenge The Fate. Ibarat kata, mereka semacam me-redefinisi deathcore, "meningkatkan" level deathcore di Indonesia. Sejak itu, saya merasa wajar untuk menganggap bahwa karya lainnya dalam Awakening amat menjanjikan.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner