Mitos Tentang Tur Yang Dipercayai Banyak Band Indie

Mitos Tentang Tur Yang Dipercayai Banyak Band Indie

3. Bahwa tur bisa di-manage oleh satu orang personil saja

Membawa band ke sebuah tur, ibarat mengepalai event-organizer dalam perhelatan pensi atau semacamnya. Tidak mudah. Dan yang pasti, ini bukan pekerjaan yang bisa dikerjakan buru-buru, tergesa-gesa, minim persiapan. Jika kamu membagi tugas ke sesama member, pastikan member yang punya jiwa bisnis terlibat banyak. Karena pekerjaan ini ibarat full-time job, melibatkan dana, aneka wawancara, macam-macam perjanjian dan ikatan, kontrak dengan promotor, mengurus si band di atas dan bawah panggung, loading barang, dan masih banyak hal detil lain. Tur adalah proses di mana mempersiapkan banyak hal penting dilakukan bersamaan dengan kewajiban tampil sebaik mungkin – di setiap malamnya.

4. Jika band-mu hanya ditonton oleh 5 orang, maka itu sia-sia

Cara pandang seperti ini hanya membuatmu pesimistik, negative thinking, dan bermental loser. Banyak yang berpikir, bahwa manggung di depan 5 orang penonton adalah aib, namun bermain di depan 50.000 orang itu terhormat. Jurnalis musik internasional, Amy Sciarretto, melalui penelitiannya malah menemukan fakta lain – bahwa sering terjadi, 5 orang yang menonton penampilan total band mu, adalah orang-orang yang membawa kalian manggung di stadion besar. Dalam khazanah ‘berproseslah dari tahap terbawah’, maka jelas, tak ada show yang sia-sia. Jadi, manggung lah seakan kalian band terbesar yang pernah ada, karena siapatau suatu hari kata ‘seakan’ di kalimat barusan akan hilang.

Bersambung

(Sumber foto: Blastro Page)

BACA JUGA - Tips Terbaik Dalam Berburu Kesempurnaan Gitar

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner