Musik, Ranting 'Pohon' Filsafat
By : FL
Musik merupakan bagian dari bahasa filsafat. Dikarenakan musik sendiri merupakan salah satu bagian dari cabang ‘Ibu’ ilmu di dunia yakni, filsafat. Sebuah pandangan tentang musik dalam filsafat islam adalah musik sendiri termasuk ke dalam ilmu matematika, di samping aritmatika, geometri, astronomi dan geografi. Hakikatnya adalah, kita sebagai manusia tidak dapat memisahkan musik dengan ilmu filsafat karena dasar musik sendiri adalah bagian oragnik dari ilmu filsafat. Layaknya daun dan pohonnya, serta tidak lupa akar dan benih pohon tersebut.
Filsafat menuntun seseorang pada kearifan dan kebijakan dalam menakar segala hal dalam kehidupan, dalam berpikir dan bertindak secara rasional dan kurang lebih seutuhnya menggunakan logika. Musik sebagai bagian dari kesenian, memiliki kemampuan untuk mengungkap hal – hal yang tidak mampu dikemukakan lewat kata – kata. Musik lebih efektif dan lebih ekspresif dalam metafora mengungkapkan perasaan daripada bahasa lisan ataupun tertulis, walaupun bagian dari lirik dalam musik terkandung dalam bentuk tulisan. Pada dasarnya sendiri, manusia jauh lebih dekat dalam bentuk – bentuk perasaan yang dimana hal tersebut sangat sesuai dengan satu bentuk kesatuan.
Layaknya sebuah tanaman, musik menanamkan benih dalam jiwa dan kepribadian manusia, sebuah perasaan. Karena lewat musik, jiwa kita mengenal harmoni dan nada irama (ritme). Melalui keduanyalah menjadi sebuah acuan yang baik untuk menumbuhkan rasa dan ketika kita sedang mempelajari pendidikan musik, perlu dicatat agar kita menjauhi musik yang melemahkan jiwa dan musik yang mudah menimbulkan nafsu yang buruk (hal ini bernilai subjektif bagi individu – individu tertentu).
Dalam tulisan kali ini, kami akan berbagi sedikit coklatfriends, beberapa informasi yang kami dapat soal musik dan filsafat yang terangkum dalam pandangan para filsuf terkemuka dunia yang memandang bahwasanya musik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri sebagai makhluk filsafat. Tidak hanya pandangan dari filsuf saja, sebagai tambahan juga kami tambahkan pandangan – pandangan soal musik, dari tokoh – tokoh terkenal dunia dan juga para musisi.

Bangsa Yunani
Seni musik sangat penting, orang berpendidikan tinggi dan berbudi luhur disebut orang yang musikal.
Plato 422-347 SM
Musik adalah karya seni yang baik dan tinggi nilai estetikanya. Anak harus dibekali pendidikan musik, karena (1) musik merupakan seni surgawi yang mampu menyentuh perasaan dan (2) musik adalah pedoman karena syairnya dapat berisi pesan, perintah dan isyarat tertentu. Pendidikan musik dikatakan berhasil jika mampu membentuk siswa menjadi orang yang tahu mencintai keindahan. Musik mampu membuat suatu negara memiliki kekuatan yang besar serta kejayaan, sebaliknya musik juga mampu mendorong kejahatan dan meruntuhkan pemerintahan. Masyarakat yang bermoral rendah memandang musik hanya sebagai sarana hiburan dan alat bersenang-senang.
Aristoteles 384-322 SM
Musik berguna bagi pendidikan, politik, kenegaraan, hiburan dan alat terapi kesehatan. Karena musik adalah curahan kekuatan (1) tenaga batin dan (2) tenaga penggambaran – yang berasal dari gerak rasa dalam suatu rentetan melodi yang berirama. Keindahan dapat terjalin ketika ritme, melodi dan harmoni menyatu dalam keteraturan.

Pythagoras 572-500 SM
Musik berhubungan erat dengan matematika, bagaikan dua sisi dari satu mata uang yang sama. Karena alam semesta pun merupakan keseluruhan yang teratur; sesuatu yang harmonis seperti musik. Pythagoras mendapat sebutan sebagai “Peletak Dasar Musik Diatonis.”

Immanuel Kant 1724-1804
Musik adalah bahasa ekspresi manusia yang masih harus diterjemahkan, emosi saja tidak cukup untuk menerangkan musik; oleh sebab itu diberlakukan kaidah-kaidah logis untuk mendasari kesenian. Ada perbedaan yang jelas antara keindahan alam dan estetika (keindahan seni) – musik dikatakan indah bila memiliki bentuk saling mempengaruhi nan harmonis antara imajinasi dan pengertian. Seni yang indah adalah seni dari seorang jenius, seni dari ahli pikir.
Wagner 1813-1883
Musik adalah abadi karena bersifat cita-cita dan tak terhingga sebab musik adalah puisi bunyi – yang mengawali penciptaan ide-ide musikal selanjutnya.

Friedrich Nietzsche 1844-1900
Hanya musik yang memberikan arti dalam hidup manusia. Musik dapat menjadi tempat pelarian sementara manusia dari kenyataan hidup.

Georg Wilhelm Fredrich Hegel 1770-1831
Tuhan memanifestasikan diriNYA ke dalam alam semesta, sedangkan seni memanifestasikan dirinya ke dalam bentuk keindahan. Jiwa musik lebih dominan daripada unsur-unsur realitas yang nampak – seperti komposisi musik atau instrumennya. Melalui musik manusia dapat menemukan dirinya yang hilang.

Sussane Langer
Estetika merupakan jalan menuju etika. Dengan musik kita mampu mencari diri dan sering menemukan ekspresi diri.


Arthur Schopenhauer 1788-1860
Musik adalah salah satu jalan untuk manusia keluar dari dunia yang penuh dengan penderitaan, sebab manusia hanya memiliki dua jalan yaitu estetis (seni) dan etis (perbuatan baik).

Rangkuman ini diambil dari buku “Nada-nada Radikal” karya Sukatmi Susantina.
Sumber foto : Istimewa
Comments (0)