Musik Folk Dari Berbagai Belahan Dunia

Musik Folk Dari Berbagai Belahan Dunia

Disaat banyak bermunculan band-band bernuansa akustik sebagai pewarna dalam geliat musik indie yang semakin berkembang di Indonesia, Littlelute hadir sebagai pembeda. Sajian dengan konsep akustik yang dibawakan oleh Littlelute boleh jadi berbeda dengan konsep-konsep musik akustik pada umumnya. Kreatifitas benar-benar menjadi bumbu yang membuat nuansa musik Littlelute terdengar merdu dengan sajian akustik yang tidak pasaran. Littlelute mencoba untuk menampilkan keberagaman nada yang sangat melimpah, musik mereka terdengar layaknya gabungan antara musik folk dari berbagai belahan dunia yang disisipi nuansa-nuansa keceriaan melalui media nada.

Penetrasi pertama Littlelute dalam bermusik adalah dengan mengeluarkan sebuah single dengan judul “Childhood Story”, boleh jadi single ini adalah lagu yang menjadi representasi masa-masa indah kanak-kanak yang diliputi oleh keceriaan yang natural.

Littlelute sendiri terbentuk tanggal 29 November 2013. Berawal dari pertemuan tidak sengaja dua orang personilnya, yang berbuah  menjadi kesamaan visi dalam bermusik. Semenjak itulah mereka bergerilya mencari dan mengumpulkan sisa personil atas rekomendasi dari teman-teman sepermainan. Ide awal Atse, salah satu personil Littlelute begitu menggebu ingin menampilkan musik dan visual yang unik, dengan memainkan alat musik (serba) mini. Terbentuklah Littlelute, yang beranggotakan Dhea (vokal), Farid (mandolin), Boiq (mandola), Bob (perkusi), Rengga (ukulele bass), Ndang (ukulele tenor), dan Atse (ukulele sopran).

Penasaran dengan folk-pop dari Littlelute? Klik link ini  https://soundcloud.com/littlelute

Contact

https://twitter.com/Littlelute_

Contact : +6281318806048 / littleluteofficial@gmail.com

Photo by : Littlelute docs / istimewa

(Septian Nugraha)

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner