Musik yang Membentuk Karakter Pendengarnya

Musik yang Membentuk Karakter Pendengarnya

Secara umum penggambarannya akan seperti itu. Meskipun, jika dilihat lebih dalam karakter orang yang menggemari suatu genre musik itu tidak selalu sama dengan musik yang digemarinya. Mengingat ada banyak orang dengan pembawaannya yang keras namun menyukai musik lembut, dan sebaliknya ketika ada orang yang dengan pembawaannya yang lembut malah menyukai musik yang terbilang keras. Kembali lagi, jika musik adalah tentang rasa dan selera. Sejauh mana rasa ditangkap panca indera, yang kemudian dituangkan dalam bentuk ekspresi kecintaan akan apa yang dihasilkan suara yang tersusun dalam ritme dan melodi lagu yang enak didengar bagi para pecintanya. Selera terhadap genre musik yang berbeda-beda juga bukan lantas malah mengkotakan musik jadi berbagai kubu. Ini lebih kepada pilihan mana yang lebih sesuai dengan esensi yang bisa ditangkap oleh si penggemar rock, pop, atau jenis musik lainnya yang dianggap mewakili.

Teriak lantang untuk sebuah kebebasan berekspresi lewat rock 'n roll, bersenandung nyaman di taman bersama musik pop, lalu menunduk mengalun sendu bersama para penggemar shoegaze, dan tanpa kompromi ketika distorsi kencang berteriak bersama para penggemar musik metal. Apapun itu, setiap jenis musik lahir dengan pembawaan karakternya yang kuat, yang pada akhirnya menjadi sebuah keindetikan yang biasa dipropagandakan atau malah dianut para penikmatnya.

“Musik adalah gambaran jiwa seseorang yang dituangkan melalui bunyi atau suara” – Pano Banoe

Sumber foto: Pinterest dan Tumblr

BACA JUGA - Ketidakwarasan Kolektif Irama Lagu Cinta

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner