Native American Flutes called Love Flute.

Native American Flutes called Love Flute.

Generasi ke generasi, alat musik tiup tradisional di seluruh penjuru dunia di turun temurunkan. Dimodifikasi, diperbaiki, ditingkatkan kualitasnya sehingga generasi berikutnya lebih nyaman dalam menggunakannya.

Banyak sekali rekam sejarah yang menulis atau menggambarkan alat musik tiup tradisional dalam bentuk literature maupun karya seni. Bahkan penelitian menyeburkan bahwa alat musik ini juga ditemukan dalam fosil jaman pra sejarah.

Love Flute

Tentunya kita sudah tahu beragam alat musik tiup  dari belahan penjuru dunia tersebut termasuk nusantara yang terkenal dengan suling / seruling. Nah, berikut ini coklatfriends adalah “saudara jauh” dari alat musik seruling yang ada di Indonesia. Berasal dari suku indian di Amerika, bernama Love Flute. Dari segi hasil suara, secara teknis memang bisa dikatakan sempurna, pun juga dilihat dari bentuknya, memperlihatkan bagaimana perbaikan dari generasi ke generasi yang bertahap disempurnakan.

Bahan dasarnya sendiri, diambil dari kayu cedar, yang menjadikan setiap dari masing-masing flute memiliki perbedaan suara satu dengan yang lainnya. Soal penamaan “love Flute”, tidak berhubungan sama sekali dengan penggunaannya pada upacara-upacara indian kuno yang masih dilakukan oleh generasi Indian saat ini yang tersebar di benua Amerika.

Love Flute

Dan untuk sekarang, Love Flute banyak digunakan sebagai media terapi musik atau sekedar relaksasi. Beberapa kalangan juga menyebutkan, setelah melakukan serangkaian penelitian yang dilakukan para akademis di Amerika, menyebutkan bahwa efek positif Love Flute juga sangat signifikan pada penderita stress, maupun bipolar disorder.

Singkatnya, Love Flute mampu menghasilkan jenis suara yang membuat pendengarnya merasa rileks, berbanding terbalik dengan seruling yang ada di Indonesia, ketika suling dimainkan, resah rasanya badan ini ingin bergoyang orkes.

Sample : http://www.oddmusic.com/clips/naflute.mp3

Sumber : www.oddmusic.com

Foto : Net

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner