Nick Cult ; Veteran Indies Ini Masih Menyala Dengan Musiknya

Nick Cult ; Veteran Indies Ini Masih Menyala Dengan Musiknya

“lagu “Notsalgia 80” itu flashback saya ke era 80an. Di mana disana ada tokoh-tokoh dan tempat-tempat legendaris yang saya sebutkan. Dari mulai Dedi Stanzah sampai Yolanda, bencong di jalan Sumatera”, ujar Nicko.

Nick (atau sekarang mereka menggunakan nama Nick Cult) merupakan band asal Jakarta pengusung cultrock yang dibentuk oleh Nicko Krisna pada tahun 2012. Nick (vokal &gitar) yang kemudian menggandeng nama-nama seperti Kila (vokal), Mamed (gitar), Edo (drum), Marshal (bas), dan Nur Fitrah (kibor) ini menambahkan kata cult pada nama bandnya, agar tidak terlalu terpusat kepada Nicko, yang bisa dibilang sebagai orang yang mendirikan band ini.

Torehan kreasi Nick Cult kemudian diawali dengan perilisan single perdana mereka yang berjudul “Ghost”. Lagu ini diakui mereka merupakan bentuk skeptisme mereka terhadap realitas yang ada saat ini. Single “Ghost” mendapat respons yang baik sehingga sempat bertengger di deretan atas lagu-lagu radio Ibu Kota. Dalam karyanya, Nick Cult coba menyuguhkan estetika musik yang didominasi penggunaan luas efek reverb, synthesizer, serta lirik yang berbicara lembut, bahkan nyaris berbisik namun kerap diselipi instrumentasi keras berdistorsi ala indie rock di beberapa bagian lagu-lagunya.

Balutan string di setiap lagu mereka juga berdampak pada kesan megah yang memang ingin mereka hidangkan. Kesemua itu menjadi lengkap dengan lantunan lembut dari pita suara perempuan yang kadang bertindak sebagai latar, kadang ikut menyertai vokalis utama, bahkan tak jarang bertransformasi menjadi ‘instrumen’ tersendiri yang melengkapi bangunan musik keseluruhan. Meskipun lagu-lagu Nick Cult memiliki kesan mengawang, penggunaan gitar tak kurang selalu menonjol sehingga menghasilkan rasa yang berbeda.

Menjalani tujuh tahun berkarir di dunia musik, Nick Cult sudah merampungkan album perdana mereka yang berjudul Sky Vs Sky di bawah naungan Ghost Records pada tahun 2013, dan album Frekuensi yang dirilis pada tahun 2017 lalu. Selain itu, torehan prestasi Nick Cult juga terbilang cemerlang, seperti saat mereka meraih penghargaan “Best Pop Song 2014” di ajang Voice Independent Music Awards South East Asia, di Malaysia, melalui lagu “Never Enough”.

Ditemui disela-sela syuting DCDC Musikkita, Nicko menuturkan jika Nick Cult lagu-lagu yang dia tulis banyak berkisah tentang keseharian, seperti misalnya lagu “Never Enough”, yang berisikan tentang keresahan Nicko akan kurangnya taman dan ruang hijau terbuka, hingga lagu “Nostalgia 80”, yang berisikan tentang tempat-tempat legendaris di Bandung. Kenapa Bandung? Karena meski sekarang berdomisili di Jakarta, Nicko pernah tercatat sebagai salah satu personil band Peanuts, yang bisa dibilang salah satu pionir band alternative/indie pop di Bandung.

“lagu “Notsalgia 80” itu flashback saya ke era 80an. Di mana disana ada tokoh-tokoh dan tempat-tempat legendaris yang saya sebutkan. Dari mulai studio east, taman maluku, taman lalu lintas, Saparua, Palaguna, Balaikota, Dedi Stanzah, Beni Subarja, Nicki Astria, sampai Yolanda. Yolanda itu bencong yang terkenal di jalan Sumatera (tertawa). Ya lagu itu dibuat karena kecintaan kami terhadap pop culture pada era tersebut, terutama di Bandung”, ujar Nicko.  

BACA JUGA - Rumah Sakit : “Kita Ingin Menjadikan Rumah Sakit Sebagai Sebuah Merk/Brand”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner