Noises By Gap - Sonic Sun (1992-2010) Part I

Noises By Gap - Sonic Sun (1992-2010) Part I

Umurnya hanya 18 tahun. Namun ajal terlalu cepat menjemputnya sebelum skena lokal mengenal lusinan lagu-lagu eklektik folk shoegaze memikat dan imajinatif yang tersimpan di laptopnya. Ia bernama Gendra Aldyasa Pasaman (1992-2010).

Sungguh, tidak ada yang menyangka kalau penggubah album Sonic Sun, ternyata satu orang yaitu Gendra Aldyasa Pasaman, dengan memakai nama Noises By Gap. Ketika album itu muncul di etalase Aksara Records, rasa penasaran seperti apa sosok band ini ketika berada di atas panggung. Sampai sebuah artikel dari Rolling Stones yang berjudul Haru Biru di Peluncuran Album Sonic Sun milik Noises by Gap, mengejutkan memang album ini rilis dengan jauh setelah kematian Gendra.

Dirilisnya album Sonic Sun, pun tak lepas dari peran dua personil Agrikulture, Anton dan Hogi Wirjono. Ketika diwawancarai RSI (Rolling Stone Indonesia), mereka menemukan materi-materi Gendra ketika sedang melihat isi laptopnya. Sekumpulan musik bernuansa shoegaze langsung memikat mereka. Anton dan Hogi segera menyambangi Iyub, produser dan otak Santamonica, untuk melakukan proses mixing dan mastering ulang.

Review Album Noises by Gap - Sonic Sun

Materi-materi mentah hasil polesan Iyub pun tersaji di album ini. Gendra meracik kesan akustik folk, eklektik, electronic, dan shoegazing terkini dengan apik dan monumental. Terasa sekali pengaruh band-band shoegazing era 90-an seperti The Verve (album Storm in Heaven), Spoonfed Hybrid, Pale Saints, ataupun My Bloody Valentine. Dan Gendra melakukan semua isian dari seluruh materi seorang diri dengan sistem home recording hanya menggunakan gitar dan sebuah software musik...to be contigaze...

*Via : http://indonesianshoegazer.blogspot.com

Foto : http://deascalpyna.tumblr.com ,http://www.last.fm/music/Noises+by+GAP/+images/56970731 dan http://noisesbygap.bandcamp.com/album/sonic-sun

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner