Oncom Hideung dan Spirit Jalanan Dalam Karyanya

Oncom Hideung dan Spirit Jalanan Dalam Karyanya

Oncom Hideung seakan bicara tentang potret Indonesia, di mana ragam pola kreasi tercipta di tubuh band ini. Dengan membawa spirit jalanan, musik yang mereka bawakan menjadi terasa sangat dekat dengan banyak orang.

Mengawali karir bermusiknya dari jalanan, Oncom Hideung kemudian menapaki karir bermusik di banyak panggung bergengsi yang berhasil memunculkan namanya ke permukaan, hingga menginjak usianya yang ke 14 tahun, band yang digawangi oleh vokalis Om Coim Hideung ini masih eksis sampai sekarang. Menginjak usia lebih dari satu dekade, hal tersebut kemudian mereka rayakan dengan sebuah konser tunggal di Gedung Kemuning Gading, kota Bogor pada akhir tahun 2019 kemarin.

Dituturkan oleh mereka jika pada awalnya Oncom Hideung muncul di sebuah festival musik di Bogor, pada tahun 2005 lalu. Diakui pula oleh mereka jika berdirinya band ini pun terbilang serba mendadak, bahkan pemilihan nama Oncom Hideung sendiri seperti terkesan ‘sekenanya’, hanya karena dilatari sang vokalis, Om Coim Hideung (hitam dalam bahasa Sunda –red).

Perjalanan bermusik Oncom Hideung sempat berbuah manis kala mereka mendapat penghargaan juara pertama dalam acara Festival Musik Jalanan Se-Jawa Barat, pada tahun 2007 lalu, dan bahkan mereka pernah menjajal panggung Java Jazz. Sebuah helatan yang terbilang prestis bagi banyak musisi di tanah air.

Lebih dari satu dekade berdiri, Oncom Hideung telah melahirkan dua buah album, yakni Mimpi yang Pasti dan Jangan Berhenti Bermimpi. Pemilihan judul tersebut bukan tanpa alasan, karena menurut mereka judul tersebut dilatari oleh apa yang mereka rasakan saat berada di jalanan.

Bicara tentang Oncom Hideung kita seakan bicara tentang potret Indonesia, di mana ragam rupa dan pola kreasi tercipta di tubuh band ini. Dengan membawa spirit jalanan, musik yang mereka bawakan menjadi terasa sangat dekat dengan banyak orang, karena sejatinya mereka hanya bercerita apa yang mereka lihat dan rasakan, tidak berdasar pada rekaan imajinasi yang mengada-ngada. Satu hal yang mungkin cukup menjelaskan kenapa dulu Iwan Fals begitu besar, bahkan sampai hari ini.

Sama-sama berangkat dari jalanan, baik Iwan Fals atau pun Oncom Hideung merupakan musisi yang cukup peka menangkap potret sosial, meskipun pada outputnya bisa beragam, kadang tersaji lagu penuh kritik, kadang juga lagu penuh canda. Namun persamaannya adalah, mereka bicara jujur, dan yang menjadi ‘peluru’ utama dari karya-karyanya adalah kejujuran itu sendiri, tidak berupa gimmick atau pun sensasi lainnya, yang tidak jarang justru menghilangkan esensi dari karya seni itu sendiri.

BACA JUGA - ‘Nyeni’ Bareng Parahyena ; Musik Otentik Kaya Rasa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner