Menyajikan Musik Tanpa Suara? Apakah Bisa?
Jika suguhan lagu tanpa lirik dianggap sesuatu yang susah dicerna oleh nalar, maka apa jadinya jika sebuah lagu disajikan bahkan tanpa suara?
Jika suguhan lagu tanpa lirik dianggap sesuatu yang susah dicerna oleh nalar, maka apa jadinya jika sebuah lagu disajikan bahkan tanpa suara?
Bottlesmoker meluaskan eksplorasi musikalnya dengan berfokus pada ritual dan musik tradisi. Lalu apakah benar mereka anti musik EDM? Bagaimana tanggapan mereka tentang musisi elektronik yang instan?
Aktivitas musik di kota Banjar dan sekitarnya semakin bergeliat. DCDC ShoutOut! Day kembali hadir di kota ini untuk menjadi salah satu sarana yang mewadahi semangat para musisi dan mengapresiasi karya mereka.
Gelaran ini kembali datang ke kota Sukabumi untuk yang ke sekian kalinya. Di setiap panggung DCDC ShoutOut! Day, hadir penampilan dari band-band asal Sukabumi yang saling adu kualitas untuk urusan karya.
Penantian para penggemar Lowdick terbayar saat semua musisi tamu naik ke panggung, bernyanyi bersama para Lowdicker yang tidak bisa menahan hasratnya untuk berbagi mic di atas panggung.
Perkusi Eksperimental, sahih antar naik kelas instrumen nusantara. (Sebuah artikel tentang unit eksperimental bernama Perkusi Eksperimental)
Siapa lagi band DCDC ShoutOut! yang terpilih untuk DCDC Music Chart minggu ini? Simak pilihan dan ulasan eksklusif dari music director untuk DCDC Radio, Angga Kusuma (Asiaminor, Taring, Janevalla) dan dengarkan lagu-lagunya!
Pada minggunya yang ke #16, Playlist Of The Week kembali hadir menyuguhkan pilihan lagu-lagu yang masuk ke redaksi selama satu minggu ke belakang.
Kota Singapura yang dihuni oleh orang-orang dengan pembawaan seperti ‘robot’ tersebut, menjadi satu hal yang kontras dengan pembawaan duo ini yang excited ketika menemukan objek untuk mereka eksplor dalam proyek musiknya.
Bottlesmoker tampil di Ho Chi Minh City dan mendapat respon positif, terlebih saat mereka membawakan lagu “Boredom and Freedom”, yang lengkap dengan penampilan Jacob Jung dan Morning Tea, trio contemporary dance arahan Jenny Luu.
Setelah kota Bangkok yang terpilih menjadi kota pertama, duo ini meneruskannya ke kota Kuala Lumpur, Malaysia, dalam menjalani serangkaian kegiatan untuk merespon bunyi benda-benda yang ada lima kota di Asia Tenggara.
Ada satu cerita menarik Bottlesmoker saat merekam bunyi-bunyi benda yang ada di Bangkok, dimana mereka harus berhadapan dengan polisi setempat, yang uniknya malah dijadikan suara latar untuk lagu yang mereka buat.