Pangsa Pasar Rilisan Vinyl Semakin Menjamur
Ada beragam alasan tren vinyl muncul kembali di Indonesia, alasan yang perlu diapresiasi oleh para penikmat musik tanah air adalah untuk mengulang kejayaan industri musik dengan rilisan fisik pada karya mereka. Format non-fisik dari album musik memang lebih efisien untuk dinikmati, namun album fisik tetap tidak tergantikan bagi beberapa orang.
Belakangan ini vinyl atau piringan hitam bergeser perlahan dari rare collectible items menjadi benda berlabel ‘must have item’ di kalangan hipster (merupakan sebuah subkultur yang banyak dianut oleh kalangan remaja dan dewasa muda, sesuatu non mainstream). Bahkan vinyl ‘The Who Sells Out’ karya klasik The Who sempat dipajang di salah satu toko musik mainstream. Ini berarti bahwa, pangsa pasar rilisan fisik yang tidak dianggap konvensional itu kian menjamur sejak beberapa tahun kebelakang, Seperti yang terlihat disekitar Jalan Surabaya - Jakarta.
Dengan banyaknya para musisi indie yang mengeluarkan album mereka dalam format vinyl, mendapatkan respons yang positif dari para kalangan hipster. Banyak musisi indie yang telah mengeluarkan lagu mereka dalam bentuk piringan hitam, diantaranya The Sigit, Superman Is Dead, White Shoes And Couples Company, Pandai Besi dan masih banyak lagi.
Bahkan tak sedikit para fans yang lebih memilih vinyl dari pada CD. Alasan utama biasanya terdapat pada kualitas suara yang dihasilkan lebih jernih. Selain itu juga, bentuknya yang lebih besar dan berat dari CD memberikan kepuasaan tersendiri bagi penggilanya.
Comments (0)