Paradoks Lagu Sedih

Paradoks Lagu Sedih

Pada dasarnya manusia takut sepi dan sendiri, maka dari itu manusia menjadi makhluk sosial dengan berinteraksi satu sama lainnya. Hal itulah yang kemudian membuat lagu sedih tadi terdengar nyaman didengar, karena si pendengar merasa ada teman senasib dan seperjuangan lah istilahnya, sama-sama pernah disakiti sang pujaan hati. Kemudian interaksi terjalin lewat sebuah lagu, meskipun yang terjadi adalah interaksi satu arah. Si pendengar tidak perlu berkomunikasi dua arah langsung dengan sang pencipta ataupun penyanyinya, karena lagu dan lirik yang dia dengar sudah mewakili apa yang ingin dia sampaikan. Ujung-ujungnya paling cuma bergumam “lagunya gua banget, gua jadi cinta mati sama ini band”.

Lalu keadaan seperti ini ditangkap oleh industri/label jadi satu peluang bisnis. Ketika si band disukai karena lagu-lagu sedihnya yang dianggap bisa mewakili kegelisahan hati banyak pendengar, maka label membentuk band ini sebagai pencetak hits lagu-lagu sedih yang menyayat hati. Artian paradoks lagu “sedih” inipun menjadi lebih panjang lagi. Dengan lagu sedih ini bisa membuat si band laku, populer, dan banyak uang, yang otomatis label yang memfasilitasinya pun untung besar.

Jadi singkatnya dengan lagu sedih itu bisa membuat bahagia si band dan label/perusahaan jadi untung karena lagunya laku, dan membuat pendengar senang karena curahan hatinya terwakili lewat sebuah lagu, yang terdengar merdu bagi hatinya yang gelisah, walaupun secara profit kalah dari si band ataupun labelnya. Ketika si band senang-senang dengan uang hasil jualan lagu galau, si pendengar masih saja merasa menjadi manusia paling naas di dunia, karena disakiti sang kekasih hati. Sudah keluar uang untuk membeli album, diperdaya label, dan ditinggal kekasih pula. Tapi dia anteng aja senyum dengerin lagu itu dan balik lagi dia bilang “gila, lagunya gua banget”.

Ilustrasi oleh Alfie Fadhlan. 

BACA JUGA - Lima Lagu yang Cocok Didengarkan Kala Hujan

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner