Penemuan Harta Karun Milik Unit Indie Pop asal Depok, The Sweetest Touch

Penemuan Harta Karun Milik Unit Indie Pop asal Depok, The Sweetest Touch

Sumber foto : Bandcamp Dismantled Records

Materi Ep yang terakhir ditinggalkan oleh duo Twee Pop/Indie Pop ini memang cukup menarik, terlebih mampu mengingatkan kembali pendengarnya akan katalog dari Sarah Records atau lokalnya dengan Hey Ho! Records.  

Jika ingin ditelisik, sebenarnya masih ada band lokal yang tidak muncul dipermukaan tapi menawarkan sesuatu yang unik dalam tiap karya yang dihasilkannya. Seperti halnya mencari harta karun yang tertanam – tersulubung disatu lokasi, yang ketika ditemukan dapat membuat seseorang mendadak bergelimang harta. Dan jika dianalogikan dengan grup musik, mungkin The Sweetest Touch adalah harta karun itu.

Pada 2017 lalu, Dismantled Records merilis Ep untuk grup bentukan Razif Haragi dan Muhammad Zul Atsari ini yang bertajuk To Many Dust, To Many Haze. Didalamnya, mereka menyisipkan tiga lagu dengan warna musik Twee pop/Indie Pop yang kental akan sentuhan dari katalog label asal Inggris yang telah gugur, Sarah Records untuk siap dikonsumsi oleh pendengarnya. Terutama fans dari The Sea Urchins, Another Sunny Day atau untuk lokalnya seperti materi dari The Silent Love atau album S/t milik Pure Saturday. Kiprah grup ini memang tak banyak dapat ditelisik, namun dengan To Many Dust, To Many Haze yang dirilis oleh Dismantled Records, secara tidak langsung dapat disebutkan bahwa mereka sempat turut meramaikan kembali kancah Indie Pop di Indonesia yang semakin hari statistiknya semakin memperhatikan. Terutama jika dibandingkan dengan Metal atau Punk. 

Jika merunut beberapa tahun yang lalu, cukup banyak band-band sejenis mereka muncul di ranah musik Indiependent. Seperti halnya katalog dari label asal Jakarta yang telah gugur bernama Hey Ho! Records, Whisper Desire, Jody And The Morning Glory Parade, Seaside dan lain sebagainya telah hilang dari permukaan bumi. Dan lagi-lagi The Sweetest Touch seakan kembali mengulang hal tersebut dengan tidak ada kabar terbaru dari perjalanan musiknya.

Materi-materi yang disuguhkan oleh The Sweetes Touch nyatanya memang menarik. Hampir setiap lagu mereka mempunyai ciri khas lo-fi 80-an yang diperkaut dari segi petikan Jangly gitar, dan genjrengan nyaring yang sederhana. Untuk ketukan drumnya dimainkan dengan tempo yang cepat, berpadu dengan vokal echo seperti membuat kaget bahwa pernah ada yang memainkan musik-musik berjenis Twee Pop semacam ini. Namun sayang, perjalanan The Sweetets Touch hanya sebatas To Many Haze, To Many Dust, semoga saja mereka masih ada dan terus-menerus merilis karya musiknya untuk dapat diperdengarkan oleh banyak orang. 

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner