Penumbra Sang penikmat Dunia Indie

Penumbra Sang penikmat Dunia Indie

“Indie saja sudah cukup, lagu seperti ini menurut Kami bukanlah lagu industri, lagipula sangat sulit atau bahkan tidak mungkin label major di Indonesia bisa menyukai lagu-lagu di genre seperti ini. Dan juga menjadi independent sangat menyenangkan, bebas, tak ada tekanan atau deadline, Kami membuat musik yang Kami suka, dan berusaha sesukses mungkin tanpa harus membuat diri Kami tidak nyaman.”  Begitulah jawaban yang dilontarkan oleh Penumbra. Band Post-Rock asal Palangkaraya ini berdiri pada tahun 2013 yang lalu.

Penumbra sangat menikmati sekali dunia Indie. Karena menurut mereka di dalam dunia indie terdapat beraneka ragam band beserta genrenya masing-masing. Serta tanpa harus bergantung pada major label, band-band indie pun memiliki kualitas yang setara bahkan lebih dari band yang bergantung pada major label.

Fitrah (Gitar) dan Rony (Bass) terinfluence pada Mono, E.I.T.S, Mogwai, Lights And Motion, dan Break My Fucking Sky. Sehingga jajaran band yang disebutkan di atas sangat mempengaruhi sekali terhadap music dar Penumbra itu sendiri.

Makna dibalik lirik lagu Penumbra yang berjudul “Juli 1963” adalah menurut mereka suasana yang cocok untuk mendengarkan lagu tersebut adalah suasana yang damai dan tentram seperti pada tahun 1963. Dan menurut mereka bulan Juli merupakan bulan yang paling enak didengar oleh telinga.

Tahun 2014 ini, mereka sedang mengumpulkan materi untuk persiapan membuat album yang belum diketahui kapan dirilisnya.

https://soundcloud.com/penumbraid

https://twitter.com/PenumbraID

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner